Penghormatan Terakhir ala Militer 2 Anggota Banser Panceng

Jenazah Azhar, anggota Banser PAC Panceng dibawa secara militer sebagai penghormatan terakhir sebelum dimakamkan, Minggu (13/5/2018).

 

Gresik-

Korps Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Gresik berduka. Dua anggotanya dari Pimpinan Ranting Serah, Kecamatan Panceng meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.

Dua anggota Banser itu; Muhammad Kirom (24) dan Syariful Azhar (29). Keduanya meninggal dalam tabrakan antara mobil pick up dengan truk tronton di Jalan Raya Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik, Sabtu (12/5/2018).

Sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian kedua korban dalam prganisasi, Satkorcab Banser Gresik bersama Satkorwil Banser Jawa Timur menggelar prosesi penghormatan terakhir. Ratusan gabungan Banser dari berbagai daerah itu membentuk penghormatan ala militer di kediaman Desa Serah, Kecamatan Panceng.

Dua keranda jenazah diusung di tengah ratusan anggota Banser dengan formasi hormat. Jenazah M Kirom diusung enam anggota Banser di depan dengan didahului pengusungan foto semasa hidup. Di belakangnya hal yang sama diberlakukan kepada Syariful Azhar.

“Ini adalah prosesi penghormatan terkahir ala Banser. Model ini akan kami tradisikan dan menjadi materi Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan,” ujar Pelatih Susbalan X Satkorwil Banser Jawa Timur, Subandi di rumah duka.

Kepala Satkorcab Banser Gresik, Muanan menambahkan, prosesi penghormatan terakhir yang dilakukan kepada korban adalah yang pertama. Kebetulan, materi tersebut baru disampaikan di Susbalan X di Ponpes AlIkhlash Paceng. Juga, sebagai ucapan terima kasih atas pengorbanan para korban kepada korp Banser.

“Kami berdoa semoga kedua korban meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” tukasnya.

Seperti diketahui, kedua anggota Banser Gresik itu meninggal saat Pick up yang ditumpangi ditabrak truk tronton DD 8442 TU di Jalan Raya Desa Wotan, Kecamatan Panceng. Selain keduanya, dua temannya yang anggota IPNU PAC Panceng yaitu M Ainur Rofiq (21), dan Nuri Bahri (21) mengalami luka parah. Dan, sampai berita ini ditulis masih dirawat di RSUD Ibnu Sina.

Keempatnya adalah panitia Haul Desa Serah yang menghadirkan penceramah KH MUwafiq dari Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB. Sehabis Magrib, keempatnya mengantar tikar ke Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu.

Saat pulang, sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di Jalan Raya Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, mobil pikep yang dikemudikan salah satu korban melaju dengan kecepatan sedang. Saat yang bersamaan, truk tronton melaku kencang dari Barat ke Timur (Panceng–Sidayu) dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut dikemudikan Mantang (38), asal Jalan Ir H Juanda II No 26, Kelurahan Wala-Walaya, Makasar, Sulawesi Selatan.

Sampai di lokasi kejadian, sopir truk terlalu mengambil haluan ke kanan. Kendaraannya melanggar marka utuh tunggal. Saat itulah, terjadi tabrakan yang hebat, sebab mobil pikep dikemudikan Muhammad Kirom tidak sempat menghidar.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto menambahkan, kecelakaan itu murni karena kesalahan sopir truk. Dia telah melanggar marka tunggal.

“Sopir dan sejumlah saksi dalam proses pemeriskaan,” ujarnya.red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here