85 Persen CJH Gresik Baru Melunasi BPIH

GresikSatu | Sebanyak 85 persen calon jamaah haji (CJH) asal Gresik baru melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Padahal jadwal pemberangkatan semakin dekat.

Diketahui, Jum’at (5/5/2023) merupakan hari akhir pelunasan biaya haji tahun 2023, namun banyak kendala yang dialami CJH hingga terhambat berangkat. CJH Gresik masuk dalam embarkasi Surabaya dengan beban biaya sebesar Rp 55.928.458 per orang.

Total BPIH yang digedok Pemerintah Pusat sebesar untuk embarkasi Surabaya Rp 96.166.395, dengan komponen pembiayaan yang ditanggung jamaah (direct cost) sebesar Rp 55.928.458 per orang, dan sisanya mendapat subsidi dari BPKH. Embarkasi Surabaya menjadi embarkasi dengan beban bayar paling mahal.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Gresik Lulus mengungkapkan hingga 5 Mei jamaah yang sudah melunasi berjumlah 1.959, terdiri dari 1.882 kategori lunas tunda, lansia, dan nomor urut, serta 77 cadangan.

Baca juga:  Haji Backpacker, Kisah Pemuda Gresik Tempuh Jalur Darat Meunju Makkah

Sedangkan kuota Gresik sebanyak 2.299 CJH terdiri dari : 2.119 kategori lunas tunda 2020, lunas tunda 2022, serta nomor urut porsi, 37 prioritas lansia, dan 143 cadangan.

“Prosentase Kabupaten Gresik yang telah melunasi BPIH sebesar 85 persen, sedangkan yang belum melunasi sekitar 15 persen. Yakni 340 jamaah yang terdiri dari 274 kategori lunas tunda, lansia, dan nomor urut, serta 66 cadangan,” ungkapnya, Minggu (7/5/2023).

Lulus menuturkan Banyak CJH yang meminta ditunda sebab biaya haji naik amat besar. Untuk yang belum lunas ini didominasi Nomor urut porsi atau reguler (46 persen), sebab untuk lunas tunda (56 persen) memang sudah lunas, yakni dengan biaya Rp 37.500.000 dan tidak ada tambahan sepeser pun.

“Mereka ditunda sebab kondisi pandemi saat itu, bukan alasan pribadi. Sedang untuk reguler menambah Rp 29.328.009. Ada Nilai virtual sebesar Rp 1.600.000 jadi dipotong seharusnya Rp 30.928.435 karena jamaah sudah setoran di awal Rp 25.000.000,” jelasnya.

Baca juga:  Pastikan Kondisi Normalisasi, Bupati Gresik Susuri Kali Lamong

Saat ditanya perihal sisa kursi yang belum terisi, pihaknya tetap menunggu keputusan pusat karena berkaitan dengan no urut nasional. Kemudian cadangan akan naik jika nomor urutnya terpanggil.

“Kami tetap menunggu kebijakan pusat dan regulasi seperti apa. Misal diberi kuota untuk jamaah kita pun akan ditanya berapa, kemudian kita tawarkan peluang berangkat tahun ini. Masalah bukan siap atau tidak siap sebab tergantung jamaahnya. Kalo sudah melunasi berarti siap berangkat,” imbuhnya.

Gresik sendiri mendapat kuota cadangan sebesar 10 persen, untuk mengantisipasi syarat istithaah (meliputi sakit dan biaya).
Perlu diketahui, saat ini masa tunggu pemberangkatan haji usai pendaftaran adalah 34 tahun. (ovi/aam)

 

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler