Selasa, Februari 7, 2023

Baru Setahun Diresmikan, Bus Damri Bawean Mogok Tak Beroperasi

GresikSatu | Program angkutan perintis untuk masyarakat Pulau Bawean sepertinya tak sesuai rencana. Bagaimana tidak, dua bus damri yang disiapkan Pemkab Gresik untuk trasportasi warga Bawean, kini mogok tak beroperasi.

Kabarnya, armada itu dibawa ke darat. Kondisinya tidak layak pakai, hingga rusak dan turun mesin. Padahal terhitung setahun lalu, kendaraan ini dilaunching sebagai angkutan perintis warga pulau. Sebagai gantinya, kini masyarakat memanfaatkan trasportasi umum mobil Pick Up yang sudah dimodivikasi.

Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Bawean Nasrullah mengatakan, dua bus Damri merupakan program angkutan perintis untuk masyarakat Pulau Bawean bagian dari Program Nawa Karsa 99 Bupati Gresik. Namun, selama beroperasi bus Damri kurang efektif lantaran penumpang sepi.

Baca juga:  Angka Kecelakaan di Gresik Tinggi, DPRD  Pertanyakan Pengawasan Kendaraan Muatan 

“Biasnya hanya dibuat carteran atau kebutuhan untuk iring-iringan pernikahan dan hajatan masyarakat,” ucapnya, Senin (15/8/2022). 

Bahkan menurutnya, dua bus tidak bisa berjalan di jalan tanjakan. Sehingga hanya melintas di wilayah Sangkapura dan sekitarnya. Tidak sampai ke wilayah Kecamatan Tambak. “Oleh karena itu dikirim  ke Surabaya untuk perbaikan atau service mesin,” ujarnya.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Untuk itu, kini pihaknya masih menunggu informasi dari Dishub Gresik, tentang upaya pengembalian dua bus Damri yang akan beroperasi kembali di Pulau Bawean. “Sekarang sudah banyak warga kembali  menggunakan angkutan umum mobil Pick Up,” imbuhnya. 

Baca juga:  Kebacut! Kursi Halte Sukomulyo Hilang Dicuri, Begini Penjelasan Dishub Gresik

Kabid Angkutan Dishub Gresik Irfak mengatakan, pihaknya masih belum menerima informasi lebih lanjut tentang dua bus Damri yang sudah tidak beroperasi. “Saya belum tau informasi tentang dua bus yang sudah tidak beroperasi di Bawean. Apakah nanti bisa beroperasi lagi atau tidak kita belum mendapatkan informasi,” ucapnya. 

Diketahui, tarif bus damri untuk penumpang umum Rp 10 ribu. Untuk rute dari Pelabuhan Sangkapura ke Tambak Rp 25 ribu, dan Pelajar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk carter. Kalau ke Sangkapura Rp 250 ribu, ke Tambak Rp 350 ribu, dan untuk carteran keliling Bawean atau seharian Rp 450 ribu. (faiz/aam)