Bertahun-tahun Beli Air Tangki, 8 Desa di Duduksampeyan Gresik Kini Nikmati Air Bersih PDAM

GresikSatu | Setelah bertahun-tahun harus bergantung pada air tangki untuk kebutuhan air bersih. Kini delapan desa di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, akhirnya menikmati aliran air bersih langsung dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Perumda Giri Tirta Gresik.

Keberhasilan ini tercapai setelah proyek pipanisasi air bersih yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik selesai pada tahun 2024.

Proyek ini melibatkan pemasangan pipa dan sambungan rumah tangga ke ribuan rumah warga di Kecamatan Duduksampeyan. Salah satu desa yang merasakan manfaat langsung adalah Desa Wadak Lor.

Sebelum adanya PDAM, warga desa ini harus mandi di telaga dan membeli air tangki dengan harga Rp 170 ribu per tangki untuk kebutuhan sehari-hari.

Kini, air bersih dari sumber mata air Umbulan di Pasuruan mengalir langsung ke rumah-rumah warga, memberikan kemudahan dan kenyamanan yang sebelumnya sulit mereka dapatkan.

Baca juga:  Pansus I DPRD Gresik Kaji Ulang Mekanisme Perizinan dan Pemanfaatan Tanah Negara

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah dan Direktur Utama Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi, meninjau langsung pemasangan sambungan air di Balai Desa Wadak Lor. Mereka memastikan bahwa air sudah mengalir deras ke rumah-rumah warga.

Proyek ini mencakup delapan desa di Kecamatan Duduksampeyan, yaitu Desa Petisbenem, Desa Wadak Kidul, Desa Kawisto Windu, Desa Sumengko, Desa Sumari, Desa Duduksampeyan, dan Desa Kemudi, dengan total 5 ribu sambungan rumah tangga. Semua pemasangan dilakukan secara gratis untuk warga.

Rojim, seorang warga Desa Wadak Lor berusia 59 tahun, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya.

“Sekarang alhamdulilah senang, terimakasih. Apalagi sekarang musim kemarau bisa tenang, ada air Umbulan,” ujarnya.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, inisiatif ini dimulai sejak tahun 2023 untuk mengatasi masalah air bersih yang kronis di wilayah tersebut, terutama selama musim kemarau ketika air sering kali menjadi payau atau asin.

Baca juga:  482 Warga Binaan di Rutan Gresik Dapat Remisi Lebaran

“Kami akan berusaha, karena masih ada beberapa desa yang belum teraliri air Umbulan, seperti Desa Bendungan, Desa Setrohadi, dan Desa Pandaan, yang diharapkan akan selesai tahun depan setelah diusulkan ke Kementerian PUPR,” terangnya, Jum’at (28/6/2024).

Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, optimis bahwa penyerapan air Umbulan yang maksimal akan membantu menurunkan angka stunting melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

“Air layak minum dampak panjangnya bisa menurunkan angka stunting melalui perilaku hidup bersih sehat, target penurunan stunting di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Dengan proyek ini, harapan besar muncul di kalangan warga delapan desa di Duduksampeyan untuk kehidupan yang lebih baik dengan akses air bersih yang kini menjadi kenyataan.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler