Danau Kastoba Pulau Bawean Gresik, Pesona Alam dan Mitos Larangan Perempuan Haid Berkunjung

GresikSatu | Danau Kastoba yang terletak di Dusun Candi, Desa Peromaan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat dengan panorama hutan yang menakjubkan.

Selain menawarkan keindahan alam, air di danau ini dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit, menjadikannya tempat yang istimewa bagi pengunjung.

Untuk mencapai danau yang berada di atas bukit ini, pengunjung harus menaiki jalan bertangga dari area parkir sepeda motor di kaki bukit.

Meskipun perjalanan menanjak ini cukup melelahkan, Danau Kastoba, memiliki pemandangan indah dan kejernihan air danau saat tiba di puncak.

“Kalau sudah sampai di lokasi tidak terasa lelahnya. Hanya awal mendaki saja,” ujar Abdullah Ketua Pokdarwis pada Selasa (4/6/2024).

Danau Kastoba juga memiliki kedalaman yang bertambah menuju ke bagian tengah, menjadikannya semakin menarik untuk dijelajahi. Di bagian bawah kawasan danau ini terdapat air terjun Gurujugan Kastoba yang airnya bersumber langsung dari Danau Kastoba.

Baca juga:  Kuli Bangunan Asal Kediri Tewas usai Jatuh dari Atap Kubah Masjid di Pulau Bawean Gresik

Namun, pengunjung harus mematuhi sejumlah aturan adat yang telah lama diyakini oleh penduduk setempat. Salah satu mitos yang terkenal adalah larangan bagi perempuan yang sedang haid untuk berkunjung ke danau ini. Menurut cerita rakyat, jika larangan ini dilanggar, air danau akan berubah menjadi merah.

“Kalau orang haid tidak boleh kesana, kata orang dulu, kalau orang haid kesana, maka air akan menjadi merah,” tambah Abdullah.

Selain itu, pengunjung juga dilarang membawa barang apapun dari Danau Kastoba seperti pohon, bebatuan, atau benda lainnya. Pelanggaran terhadap aturan ini diyakini dapat mendatangkan kesialan bagi Pulau Bawean. Namun, pengecualian diberikan untuk ikan yang boleh diambil dengan cara memancing.

Fasilitas yang tersedia di sekitar danau termasuk musholla untuk tempat ibadah, serta kolam dan tiga Dhurung di area air terjun Gurujugan Kastoba, tempat bersantai khas Pulau Bawean. Terdapat juga dua gua di pinggir danau yang jarang dikunjungi kecuali untuk kepentingan tertentu.

Baca juga:  Dirawat 15 Hari, Warga Bawean dan BKSDA Lepas Dua Penyu Terancam Punah ke Laut

Menariknya, saat ini tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi Danau Kastoba, hanya biaya parkir sebesar Rp 2.000. Sedangkan untuk menikmati air terjun, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Abdul Wakhid, Sekretaris Desa Peromaan, menyatakan bahwa pemerintah desa berusaha untuk memaksimalkan potensi wisata air terjun yang cocok untuk rekreasi keluarga, seperti mandi di air terjun dan bersantap bersama.

Dengan segala keindahan alam, khasiat air yang diyakini, serta cerita rakyat yang menyertainya, Danau Kastoba menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, sambil tetap menghormati aturan adat yang berlaku.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler