Selasa, Februari 7, 2023

Hijaukan Indonesia, KAI Daop 8 Surabaya Tanam Pohon di 20 Stasiun di Jatim, Termasuk di Gresik

GresikSatu | PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan penanaman pohon di 20 stasiun di jawa Timur (Jatim). Penanaman pohon itu dalam rangka membuat stasiun semakin rindang dan sejuk. Apalagi visi BUMN Hijaukan Indonenesia, turut menjadi program prioritas dari PT KAI.

Diketahui lokasi penanaman dilaksanakan di 20 stasiun yang berada di wilayah Daop 8 Surabaya. Diantaranya Stasiun Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, Malang, Indro, Porong, Tanggulangin, Sidoarjo, Tobo, Bojonegoro, Babat, Lamongan, Ngebruk, Tarik, Tandes, Blimbing, Wlingi, Tulangan, Kepanjen, Sengon, dan Wonokerto

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, ada sebanyak 239 tanaman yang terdiri dari beberapa jenis. Antara lain Pucuk Merah, Tabebuya Kuning, Tabebuya Ungu, hingga tanaman buah-buahan.

Baca juga:  Dukung Program Adiwiyata Mandiri, SMPN 2 Gresik Galakkan Menanam Pohon Dalam Pot

“Langkah penghijauan bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Dengan semakin banyak stasiun yang asri dan indah maka pelanggan akan merasa nyaman saat akan menggunakan layanan kereta api,” katanya Kamis (31/3/2022) saat berada di stasiun indro Gresik.

Baca Juga : PT KAI Rencanakan Penambahan Jadwal Keberangkatan Kereta dari Stasiun Indro ke Surabaya dan Sidoarjo

Lebih lanjut, KAI berupaya untuk dapat terus meningkatkan kenyamanan kepada semua penumpang. Apalagi dengan banyaknya tumbuhan di stasiun, sehingga diharapkan menghasilkan kualitas udara yang bersih kepada pelanggan kereta api.

“Di Daop 8, sebelumnya telah menanam sebanyak 11.495 pohon, dan secara nasional KAI telah melakukan penanaman 56.337 batang pohon di stasiun, kantor, dan lokasi lainnya di wilayah operasi KAI sebagai bentuk BUMN Hijaukan Indonesia,” paparnya.

Baca juga:  Antisipasi Pemanasan Global, REI Gresik Tanam Sejuta Pohon di Kebomas

Upaya preservasi lingkungan KAI Daop 8 dilakukan dengan dimulai dari penanaman hingga pemeliharaan. Program serupa penghijauan ini akan berlanjut dengan jumlah pohon yang semakin banyak dan variatif di tahun 2022.

“Hal ini sebagai wujud keselarasan pembangunan infrastruktur yang tetap mendukung pelestarian, konservasi, dan menjaga ekosistem lingkungan setempat,” imbuhnya. (aam)