Jelang Idul Adha Tiket KMP Gili Iyang Menuju Bawean Gresik Sulit Didapatkan

GresikSatu | Jelang perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024, ratusan warga Bawean memadati area Pelabuhan, Jum’at pagi (14/6/2024).

Disana warga berbondong-bondong datang ke loket tiket. Calon penumpang pun rela antre mulai buka jam layanan loket tiket sejak pukul 09.00 WIB.

Bahkan sebelum loket dibuka, ratusan warga sudah berjubel berdesakan antre tiket. Hingga mengular sekitar 200 meter.

Namun, tidak semuanya warga mendapatkan tiket. Lantaran tiket penumpang terbatas. Sebagian penumpang pun terpaksa balik kucing.

Seperti dialami oleh Sumiati, salah satu calon penumpang yang terpaksa balik kucing. Dirinya seorang diri hendak mudik ke Bawean dari Madura.

Namun, perjuangan antrenya sia-sia. Sejak pagi hingga hampir adzan maghrib tiba, tiket tidak ia dapatkan. Ia pun akhirnya mengurungkan niat untuk mudik ke Bawean.

“Sejak pagi pukul 07.00 WIB, sudah antre di Terminal penumpang Pelabuhan, tempat loket Gili Iyang. Sekitar lima jam antre, tiket sudah habis,” keluhnya.

Baca juga:  Jabat Kapolsek Gresik Kota, Iptu Suharto Tetap Geluti Usaha Ternak Kambing

Padahal barang bawaannya pun sudah ia masukkan ke kapal. Berharap nantinya petugas ASDP KMP Gili Iyang memberikan tambahan kouta dari kouta 251 yang sudah terisi.

“Ini salah satu layanan buruk, pasalnya beberapa orang banyak tidak tertib saat antre. Ada beberapa orang yang biasanya di Pelabuhan main serobot dari samping,” tandasnya.

Sehingga beberapa warga yang antre di belakang tidak kebagian tiket. Belum lagi, layanan tiket tidak sepenuhnya online. Sehingga layanan pun banyak memakan waktu.

“Pembayarannya melalui M Banking, tapi banyak masyarakat yang menitipkan jasa pada orang-orang, itu yang juga menjadi kendala layanan tiket KMP Gili Iyang,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, layanan tiket KMP Gili Iyang mulai diperketat. Mulanya pembelian tiket bisa diwakilkan jasa orang tanpa ada batasan. Setiap orang yang membeli tiket kapal dibatasi tiga tiket pembelian.

Baca juga:  Khawatir Ngamuk di TPS, Bawaslu Gresik Minta Perjelas Sistem Penyaluran Suara ODGJ

Namun, hal tersebut, masih tetap ada warga yang tidak kebagian tiket. Lantaran, minimnya pengawasan dari Otoritas Pemberangkatan kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) KMP Gili Iyang, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur.

“Ini saya kembali ke Penginapan, semoga besok dapat tiket kapal cepat. Ini rencana mau lebaran Idul Adha di Pulau Bawean,” ujarnya sembari meninggalkan Pelabuhan Gresik.

Keluhan warga terkait tiket itu direspon oleh petugas yang memberikan kouta tambahan kepada warga yang tidak kebagian tiket.

Penambahan tiket itu pun tidak membuat semua penumpang bisa berangkata. Namun ada kurang lebih 100 penumpang harus menunda keberangkatan karena keterbatasan kouta tiket tambahan.

Diketahui, kapasitas penumpang KMP Gili Iyang 251. Dengan tambahan kouta sekitar 214. Dengan total penumpang yang dibawa KMP Gili Iyang 465 orang, dan 56 kendaraan sepeda motor.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler