Kamis, Februari 2, 2023

Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Bawean Gresik, Trauma Nonton Bola

GresikSatu | Diby Fadilah masih merasakan trauma berat dengan kejadian sepak bola. Pasalnya perempuan asal Desa / Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Gresik menjadi korban akibat tragedi Kanjuruhan Malang. Gadis 23 tahun itu, bahkan mengaku tak akan menonton sepak bola ke Stadion lagi. 

Trauma yang dialami Diby memang logis. Saat kejadian tragedi Kanjuruan, ia melihat secara langsung puluhan orang meregang nyawa akibat gas air mata. Kini ia masih beruntung dirinya masih selamat dan bisa bertemu lagi dengan orang tuanya.

Ditemui Gresiksatu.com, saat ini, Diby masih melakukan rawat jalan di RSUD Ibnu Sina Gresik. Pembuluh darah pecah pada bagian matanya. Belum lagi, luka pada bagian kaki kirinya, belum sembuh total usai berjuang lolos dari maut pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca juga:  Warga Ujungpangkah Gresik Jadi Korban Tewas Dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

“Masih terasa perih dan gatal. Apalagi saat berhadapan dengan layar laptop atau handphone,” ucapnya, Rabu (12/10/2022).

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Setelah dua pekan kejadian tragedi tersebut, mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Kondisi matanya masih terlihat merah pekat.

“Alhamdulillah berangsur membaik dibandingkan dua hari pertama saat peristiwa terjadi. Awalnya agak buram, namun berangsur normal. Warna merah juga mulai memudar,” ujarnya. 

Saat melakukan rawat jalan di dokter spesialis mata, di RSUD Ibnu Sina Gresik. Setiap harinya, Diby diharuskan mengkonsumsi obat kapsul, obat salep yang dioleskan pada kulit sekitar mata. Serta, dua jenis obat tetes mata.

Baca juga:  Sambut Nisfu Sya'ban Warga Malaysia Berikan Bantuan Sapi Aqiqah dan Sembako Kepada Warga Bawean  

“Sudah dua kali diperiksa. Insyaallah bisa kembali normal. Namun belum bisa dipastikan berapa lama,” tutur gadis yang jadi korban tragedi kanjuruhan. (faiz/aam)