Pastikan Terhindar dari Penyakit, Dispertan Gresik Sidak Sejumlah Lapak Pedagang Hewan Kurban

Gresiksatu | Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik menerjukan satgas PASKESWANKU (Pasukan Kesehatan Hewan Kurban) untuk melakukan monitoring pemeriksaan hewan kurban agar tidak ada yang terjangkit penyakit.

Satgas pemantau hewan kurban Dispertan Gresik bahkan langsung turun ke lapak-lapak pedagang untuk memastikan kesehatan hewan sebelum akhirnya disembelih.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Gresik Viki Mustofa, menyampaikan tim satgas telah memeriksa 2.309 hewan yang dijual untuk Hari Raya Idul Adha. Pemeriksaan tersebut dilakukan sejak tanggal 27 Mei 2024.

Hewan kurban untuk dijual ini harus dipastikan terhindar dari penyakit, sehingga layak untuk di konsumsi. Misalnya ada hewan yang belum divaksin langsung kami vaksin di tempat,” ucapnya, Rabu (12/6/2024).

Baca juga:  Bupati Gresik Lepas Keberangkatan Ribuan Jamaah Haji 2024, Ingatkan Jaga Kesehatan di Tanah Suci

Selain harus sudah divaksin, hewan yang boleh dijual juga wajib memenuhi empat syarat untuk dikurban. Seperti : tidak boleh bermata picak, tidak berpenyakit, tidak pincang, serta terlalu kurus.

“Kami juga melakukan pemeriksaan fisik luar dengan memeriksa suhu badan hewan kurban. Normalnya suhu harus berada di antara 37-39 derajat Celsius,” terangnya.

Total, ada 2.309 ekor hewan ternak yang sudah diperiksa dan mendapatkan surat rekomendasi. Rinciannya : 1.273 ekor sapi, 913 ekor kambing, dan 123 ekor domba.

“Kami juga memberikan sejumlah suplemen, mulai disinfektan, obat cacing, hingga vitamin,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik lapak, Shodiq tidak mampu menunjukkan sertifikat vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan miliknya.

Baca juga:  Siap Dampingi Warga Miskin Terjerat Hukum, LBH GP Ansor Gresik Dikukuhkan

Akibat hal itu, Dispertan langsung memvaksin hewan milik Shodiq di lapak yang berlokasi di bantaran rel kereta rute nonaktif tersebut.

“Kami diberikan vaksin PMK secara gratis pada kambing-kambing kurban yang akan dijual agar tidak ada yang sakit,” pungkasnya.

Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler