Seorang Warga Binaan Putuskan Jadi Mualaf di Rutan Gresik, Terketuk Karena Dengar Suara Ngaji

GresikSatu | Momen mengharukan terlihat di Masjid Attubah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Cerme Gresik, Kamis (8/12/2022). Seorang warga binaan bernama Budi Cahyono, memutuskan menjadi mualaf atau masuk Islam.

Terpidana kasus pengunaan obat terlarang itu masuk islam, karena terketuk kerap mendengarkan suara mengaji di Masjid Rutan. Alunan ayat yang merdu membuat dirinya tenang. Hal itu menjadi salah satu alasan, remaja 18 tahun memantapkan jadi mualaf.

Proses mualafnya warga asal Desa Sembung, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban itu pun, berlangsung sakral. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan disaksikan warga binaan Rutan Gresik lainnya.

“Saya mengucapkan syukur kepada Allah, telah diberikan hidayah berupa di beri jalan oleh Allah untuk memeluk agama Islam,” jelasnya.

Baca juga:  Hendak Nikahi Gadis Asal Gresik, Pria Thailand Masuk Islam ¬†

Ia juga menceritakan, jika melihat temen-temen sesama warga binaan yang aktif mengikuti kegiatan pesantren, itu lebih bisa sabar menerima keadaan dan lebih mempunyai semangat hidup.

“Saya mohon bimbingan dari teman-teman santri dan para ustadz, agar bisa belajar agama Islam,” bebernya.

Kabar warga binaan masuk Islam dibenarkan Humas Rutan Gresik Ganis Ramadhan Dwi Putra. Dia mengaku juga ikut menjadi saksi ketika terpidana Budi Cahyono mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Selama di tahanan, yang bersangkutan berperilaku baik, tidak aneh-aneh. Semoga dengan menjadi mualaf merubah kepribadian yang lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib memberi hadiah khusus berupa seperangkat alat sholat, kepada Budi Cahyono, sebagai bentuk perhatian dan support kepadanya yang baru mualaf.

Baca juga:  25 Narapidana di Rutan Cerme Diusulkan Terima Asimilasi hingga Remisi Tahanan¬†

“Ini menjadi motivasi bagi kita semua, bahwa ketika kita mendapat ujian, itu bukan karena Allah benci kepada kita, tapi agar kita mengingat Allah,” tukasnya.

Perlu diketahui, terpidana Budi Cahyono yang saat ini mualaf merupakan warga asal Desa Sembung, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Ia telah menjalani vonis 3 tahun di Rutan Gresik karena keterlibatan dengan obat-obatan terlarang. (faiz/aam)

spot_img

Advertisement