Minggu, Januari 29, 2023

Sidak Apotek, Forkopimcam Manyar Bersama Puskesmas Minta Apotek Tak Jual Obat Sirup

GresikSatu | Peredaran obat sirup untuk balita terus dilakukan pemantauan di beberapa toko obat. Seperti yang dilakukan Forkopimcam Manyar dan Puskesmas melakukan Sidak ke sejumlah Apotek.

Sidak ini menindaklanjuti keputusan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan tentang penarikan beberapa obat sirup dari peredaran. Lantaran ditengarai berhubungan dengan kasus gagal ginjal akut pada anak.

Petugas sidak meliputi, kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan, kepala UPT Puskesmas Sukomulyo dr Titik Ernawati staf Puskesmas Sembayat bersama anggota Polsek Manyar dan staf Kecamatan Manyar.

“Sidak ini dalam rangka menjaga kewaspadaan terhadap kasus gagal ginjal akut pada anak,” ucap kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan, Kamis (27/10/2022). 

Baca juga:  Dinkes Gresik Optimis Target Imunisasi Anak Tercapai

Dalam sidak ini, pihaknya tak ditemukan obat yang dilarang diberikan kepada anak-anak. Termasuk dalam daftar produk yang telah dilakukan pengujian dan dinyatakan mengandung cemaran EG/DEG melebihi ambang batas aman. Yaitu, unibebi cough sirup, unibebi demam sirup dan unibebi demam drops.

“Alternatif obat sementara dalam bentuk tablet dan suppositoria. Juga disarankan oleh apoteker dalam bentuk racikan,” jelasnya.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Bahkan apotek untuk sementara waktu belum melayani obat dalam bentuk sirup untuk anak. Obat sirup di apotek sudah ditarik oleh distributor obat. 

Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Dinkes dalam hal ini Puskesmas Sukomulyo, Puskesmas Manyar dan Puskesmas Sembayat untuk melakukan pengawasan obat sirup yang dilarang edar.

Baca juga:  Belum Ada Kasus Gagal Ginjal Akut di Gresik 

“Polsek Manyar bersama Forkopimcam dan Puskesmas melaksanakan tindakan antisipasi munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak,” ungkapnya. 

Pihaknya mengimbau semua pihak mematuhi keputusan BPOM dan Kementerian Kesehatan dengan tidak menjual sirup obat yang dilarang edar.

“Kami akan terus melakukan pengawasan Apotek sesuai arahan pemerintah pusat,” jelasnya. (faiz/aam)