Senin, Januari 30, 2023

Temuan Benda Purbakala di Leran Manyar Gresik Diduga Abad 10

GresikSatu I Penemuan benda pubakala di area Tambak dan Makam Islam Desa Leran, Kecamatan Manyar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi perhatian bagi masyarakat. Apalagi bagi dunia sejarah perkembangan Kabupaten Gresik dari sektor jalur perdagangan pelabuhan.

Lantaran eskavasi di area diduga bekas pelabuhan pertama di Gresik itu menyimpan barang peninggalan masa lalu. Bahkan ada peninggalan keramik abad 10 sebelum adanya Siti Fatimah Binti Maimun pada abad 11.

“Pada eskavasi ini ditemukan komoditas dagang keramik Cina, Thailand, dan gerabah lokal. Keramik Cina abad 10 sebelum Fatimah datang, yaitu keramik dinasty tang abad ke 10, juga keramik vietnam abad ke 13,” ungkap Kepala Seksi Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Khairil Anwar.

Baca juga:  Berdayakan Masyarakat, Dinas Perpustakaan Gresik Beri Keterampilan Ecoprint Kertas Bekas

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Berita Terkait” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”cat” orderby=”date”]

Menurut dia, proses eskavasi ini bentuk penelitian perkembangan Kota Gresik. Dimulai dari Periode abad 11 sampai 14. Karena pada akhir abad 14 Pelabuhan Gresik pindah Syahbandar ke Maulana Malik Ibrahim atas perintah Majapahit. Yang saat ini menjadi Pelabuhan Gresik milik Pelindo III dan Pelabuhan Rakyat (Pelra).

“Dari eskavasi ini, tempat ini dulunya pelabuhan. Ada dua pulau kecil di area pelabuhan ini. Leran dan Pasucinan,” ucap Khairil Anwar.

Dijelaskan, Pelabuhan di area Leran ini sudah tidak berfungsi setelah abad 17. Hal tersebut, kalau dilihat dari temuan dari eskavasi ini. Ada temuan keramik abad 17. Dengan demikian pada abad 17 masih aktif pelabuhan. Namun, di area pelabuhan ini tanah mengalami akresi pantai (perubahan garis pantai menuju laut lepas karena adanya proses sedimentasi dari daratan atau sungai menuju arah laut).

Baca juga:  Pemerhati Lingkungan Sebut Abrasi di Gresik Ekstrim, Capai 5 KM dalam 15 Tahun

“Lambat lahun tanah mengalami akreasi. Warga sekitar pun berubah profesi, yang semulanya nelayan menjadi petambak,” jelas Khairil Anwar di lokasi eskavasi. (Faiz/Tov)