Minggu, Februari 5, 2023

Truk Muatan Kedelai Disambar Kereta Indro-Sidoarjo 

GresikSatu | Kecelakaan terjadi antara truk dan Kereta Api (KA) di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik. Truk gandeng muatan kedelai lepas muatan, sehingga langsung disambar KA Commuter Line Indro-Sidoarjo. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

Informasi yang dihimpun, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 16.31 WIB, Kamis (14/7/2022). Berawal saat truk nopol P 8517 UV  itu melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintas di lintasan kereta KM 8+5/3. Bak gandeng truk tiba-tiba terlepas berhenti di tengah lintasan.

“Muatan terlalu berat sehingga tidak mampu melewati area jalan rel. Sehingga lepas,” ucap salah satu warga sekitar Ahmad Soleh. 

Ditambah jelas Ahmad, selama ini memang rawan kecelakaan karena jalur lintasan tidak dilengkapi Palang pintu pengaman. Juga tidak terlihat petugas berjaga. 

Baca juga:  Dua Motor Adu Moncong di Jalan Pantura Gresik, Begini Kondisi Pengemudinya

Salah satu penumpang Nur Wahid mengaku sempat kaget karena ada benturan di depan kereta api. Menurutnya, Kereta api Commuter Line Indro-Sidoarjo KA 7132 melaju dari arah timur ke barat. Beruntung, laju kereta terbilang pelan. KA baru berjalan sepanjang 2 kilometer dari stasiun Indro.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

“Ada sedikit benturan. Sempat kaget. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ucapnya. 

Setelah tabrakan pria berusia 45 tahu itu berujar, proses evakuasi berlangsung sekitar 1 jam. Karena bak gandeng truk pun masih melintang di tengah lintasan. Hal tersebut membuat perjalanan kereta ditunda.

“Alhamdulillah dapat cash back penuh Rp 5 ribu sesuai harga tiket. Saya memilih pulang ke rumah Randuagung,” ujarnya. 

Baca juga:  Dua Remaja Tewas Kecelakaan di Jalan Poros Desa Pengganden Gresik

Pengemudi truk Mat Saumi mengaku tidak mengetahui akan ada truk melintas. Pengemudi yang membawa beban muatan 25 ton pun terkejut saat ada warga berteriak.

“Ada Warga berteriak awas, saat itulah saya berupaya tancap gas. Bermaksud menghindari tabrakan,” ucapnya . 

Namun, saat tancap gas gandengan truk terlepas akibat tidak kuat menahan beban muatan. “Kalau ada palang pintu, tidak sampai terjadi kecelakaan,” imbuhnya memungkasi. (faiz/aam)