Senin, Januari 30, 2023

Vaksinasi Sapi Dimulai, Gresik Terima Kouta 3.000 Dosis Vaksin PMK

GresikSatu | Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih banyak di Gresik. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan pada wabah virus ini, Pemkab Gresik melakukan vaksinasi pertama.

Secara simbolis vaksin pertama itu digelar di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Selasa (28/6/2022). Total ada 3.000 kouta vaksin sapi di Kabupaten Gresik.

“Vaksin ini untuk sapi yang sehat dan produktif. Khusunya sapi betina, peranakan, dan sapi perah. Agar tidak tertular,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, mayoritas di Gresik didominasi sapi potong. Dengan kouta 3.000 dosis bisa mencegah laju penyebaran PMK di Kabupaten Gresik. Untuk itu Bupati meminta agar pihak Dinas Pertanian berkordinasi dengan pihak Desa, agar vaksinasi ini bisa tersalurkan ke desa-desa yang hewan sapinya banyak tertukar wabah PMK.

Baca juga:  Vakum Hampir 8 Tahun, KNPI Gresik Akhirnya Gelar Pelantikan 

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

“Semoga segera teratasi dan terselesaikan. Dan eeluruh peternak bisa menerima vaksin,” ujarnya.

Diakui Gus Yani, kouta 3000 dosis memang kurang. Namun sesuai dengan rapat Forkopimda Pemprov Jatim, vaksinasi diprioritaskan untuk sapi perah.

Gresik sendiri jelas Gus Yani, sudah ada sekitar 4000 sapi terinfeksi wabah PMK. Dengan adanya vaksin bisa meminimalisir jumlah penyebaran. “Satu bulan kedepan kita vaksin yang kedua,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, sapi yang sudah divaksin jangan sampai dijual atau dipotong. Karena nanti masih ada lanjutan vaksin ke dua dan booster.

Baca juga:  Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, Bupati Gresik: Gandeng Kyai, Ulama dan Tokoh Agama

“Setelah vaksin booster. Ada sertifikat yang juga mempengaruhi harga jual ternak sapi. Semoga wabah virus ini segera teratasi,” ucapnya.

Setelah divaksin jangan sampai dijual atau dipotong. Karena nanti masih ada lanjutan vaksin ke dua dan booster. “Setelah vaksin booster. Ada sertifikat yang juga mempengaruhi harga jual ternak sapi,” ucapnya. (faiz/aam)