Bawa Jimat Tahan Pukul, Maling Motor di Driyorejo Gresik Malah Babak Belur

GresikSatu | Bermodal jimat khusus, seorang pria nekat mencuri motor di kawasan persawahan Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo.

Jimat tahan pukul yang dibawa oleh Marsam tidak membuat dirinya lolos dari kejaran petugas Polsek Driyorejo. Malah dirinya yang babak belur.

Pria 40 tahun itu tak berkutik saat kepergok membawa kabur motor Honda Beat W 6956 BJ milik Kasuwi.

Pelaku ditangkap setelah dijebak akan mengambil handphone miliknya, yang tertinggal saat melakukan pencurian. 

Kapolsek Driyorejo AKP Musihram mengatakan, aksi pria asal Bangkalan Madura itu pertama kali diketahui oleh Sukartini (58) istri korban Minggu (9/6/2024) lalu.

Dia hendak mengantar bekal kepada suaminya di kawasan persawahan Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo

Baca juga:  Parkir Depan Rumah, Motor N Max Milik Warga Pulopancikan Gresik Lenyap

“Saat itu, istri korban berpapasan dengan seorang pria mengendarai motor suaminya. Istri korban mencoba mengejar dan meminta pertolongan,” ungkapnya, Selasa (11/6/2024). 

Namun, pelaku Marsam berhasil meloloskan diri dari kejaran. Dia langsung memacu motor jenis matik itu menjauh dari lokasi kejadian. Hingga akhirnya istri korban melaporkan kejadian ke Polsek Driyorejo

Unit Reskrim Polsek Driyorejo pun bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara. Di kawasan persawahan, tim penyidik menemukan sebuah handphone yang tertinggal. 

“Handphone tersebut ternyata milik pelaku, kami pun langsung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan tersangka,” jelas Kapolsek. 

Dari handphone tersebut, petugas bersama korban berhasil menjebak Marsam untuk mengatur pertemuan. Dengan dalih berencana mengembalikan handphone tersebut. 

Baca juga:  Asik Pesta Sabu di Driyorejo, Empat Pria Diamankan Polisi

“Kami amankan pelaku saat hendak mengambil handphonenya. Saat itu, pelaku juga mengendarai sepeda motor milik korban,” beber mantan Kapolsek Cerme itu.

Dari hasil pemeriksaan, Marsam mengaku nekat menggasak motor untuk modal pulang kampung. Dia juga membawa sebuah belati kecil sebagai jimat agar kebal pukul jika dihajar massa. 

“Rencananya motor saya jual ke penadah Surabaya, hasilnya untuk menghidupi keluarga,” kilahnya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler