Selasa, Januari 31, 2023

Dirgahayu Gresik Satu, Menuju Pers yang Bebas dan Sehat

Catatan dari Priyandono

Di sela-sela kesibukan sebagai pengawas sekolah, kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis tetap saya lakukan. Ora ketang klungsu, melu udhu. Artinya, mencoba menuangkan gagasan atau ide sederhana dalam sebuah tulisan. Saya percaya bahwa perubahan tidak harus diawali dengan ide yang besar, tapi bisa juga diawali dari hal hal yang kecil, ringan dan sederhana.

Pernah suatu ketika saya menulis satu halaman penuh di sebuah koran yang terbit di surabaya. Bahkan laporan reportase berbahasa Jawa juga pernah saya lakukan untuk sebuah majalah berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya

Saat ini pun saya masih menulis di beberapa media dalam jaringan, salah satunya gresiksatu.com yang ber-homebase di seputaran Bunder, Kabupaten Gresik.

1 Desember 2022 kemarin merupakan hari jadi gresiksatu.com yang pertama. Puncak acara dihelat di sebuah hotel di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) Sabtu (3/12/2022) berkolaborasi dengan Gresik United yang juga sedang menggelar hari jadi ke-17.  Oleh sebab itu momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan dialog bola, utamanya terkait masa depan Gresik United dan persepakbolaan di Gresik secara umum.

Saya mendapat undangan, tersebab sesuatu hal saya tidak bisa hadir. Tetapi, Alhamdulillah, ratusan undangan hadir dalam acara tersebut. Mulai dari pejabat Pemkab Gresik, perwakilan perusahaan, aparat TNI-Polri, pemuda, suporter lintas sektor, awak media massa, pelaku media sosial, serta organisasi pemuda di Kabupaten Gresik. 

Baca juga:  Bujukan Moral Versus Dilema Etika

Di lihat dari sisi usianya gresiksatu.com merupakan pendatang baru. Usianya baru menginjak 1 tahun. Ibarat bayi, baru belajar berjalan. Kalau pun sudah bisa jalan, masih tertatih-tatih. Oleh sebab itu kerjasama yang sifatnya kolaboratif dengan berbagai pihak menjadi sesuatu yang tak bisa dihindarkan. “Sendiri kita bisa melakukan begitu sedikit. Bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal.” begitu kata Helen Keller.

Sebagai salah satu media pers, gresiksatu.com memiliki tanggungjawab sosial-moral untuk mewujudkan pers yang bebas dan sehat. Jalan menuju ke sana tidak bertabur mawar yang indah, tapi penuh onak dan duri. Apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini. Akan tetapi saya yakin, di tangan para jurnalis muda berpengalaman, si bungsu yang lahir di Gresik ini mampu menyuguhkan jurnalisme bebas dan pers yang sehat kepada masyarakat.

Masyarakat membutuhkan kebebasan pers. Artinya, masyarakat sebagai pemilik kebebasan pers itu memiliki ruang untuk ikut serta menilai dan mengawasi institusi pers. Sekali saja gresiksatu.com menyajikan berita atau karya jurnalistik lainnya yang tidak seimbang, tidak independen, atau bahkan provokatif, pada saat yang bersamaan trust masyarakat akan menurun. Perlahan-lahan akan ditinggalkan pembacanya. Akhirnya hanya menjadi media massa yang numpang lewat saja.

Baca juga:  Urgensi Umpan Balik kepada Sejawat

Sebaliknya, ketika gresiksatu.com konsisten menyuguhkan berita dan karya jurnalistik lainnya yang seimbang, informatif, aktual, penting, eksklusif serta membuka ruang komunikasi dengan pembaca, saya yakin kepercayaan masyarakat meningkat dan akan menjadi media yang selalu dirindukan masyarakat.

Masyarakat sebagai pemilik kebebasan pers juga memiliki tanggungjawab ikut serta menjaga gresiksatu.com menjadi media pers yang sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi yang dilihat, dialami dan dirasakan tersebab semua berhak mengetahui terkait program, inovasi, dan terobos yang dilakukan. Bukan sebaliknya, menghindar dari media.

Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan dukungan kepada kinerja gresiksatu.com yang benar. Selain mengawal independensinya, bisa juga dilakukan dengan rutin mengunjungi dan atau berlangganan gresiksatu.com.

Akhirnya, saya turut menyampaikan Dirgahayu gresiksatu. Semoga tetap kokoh menjadi salah satu pilar demokrasi.

Menganti, 4 Desember 2022

Penulis adalah, Pembaca gresiksatu.com