Hari Lupus Sedunia 2023, Dinkes Gresik Sebut Belum Ada Temuan Baru

GresikSatu | Dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia pada tanggal 10 Mei, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik (Dinkes Gresik) melakukan sosialisasi informasi mengenai penyakit Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Puspitasari Whardani mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada temuan baru kasus Lupus di Kabupaten Gresik pada tahun 2023. Data masih sama seperti tahun lalu, yaitu terdapat 37 pasien dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan.

“Penyakit tersebut masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, gabungan kombinasi faktor luar dan dalam tubuh seperti hormon, lingkungan, serta faktor genetik diduga berinteraksi sebagai penyebabnya,” katanya, Rabu (10/5/2023).

Baca juga:  Sepanjang tahun 2023, Anak-anak di Gresik Rentan Terinfeksi Cacingan

Dijelaskan, Lupus dapat melibatkan organ-organ tubuh seperti kulit dan mukosa, sendi, darah, jantung, paru-paru, ginjal, susunan saraf pusat, dan sistem imun. Dampak penyakit seribu wajah tersebut yang paling parah adalah kematian, karena peradangan yang terjadi dapat mempengaruhi organ-organ tubuh tersebut.

“Kemudian Oral ulcer (ulkus di mulut, biasanya di langit-langit rongga mulut atau hidung, dan umumnya tidak terasa nyeri), Artritis (peradangan pada sendi sendi jari tangan dan kaki disertai pembengkakan, nyeri bahkan penumpukan cairan), hingga Kelainan syaraf/neurologi (kejang atau gangguan jiwa/psikosa tanpa sebab yang jelas),” terang dr Puspitasari.

Menurut dr Puspitasari, diagnosa penyakit Lupus cukup sulit karena manifestasi penyakitnya yang beragam, sehingga membutuhkan terapi jangka panjang dan spesialistik. Oleh karena itu, Dinkes Gresik berupaya melakukan sosialisasi informasi kepada masyarakat luas untuk meminimalkan faktor risikonya.

Baca juga:  Dinkes Gresik Peringatkan Para Orang Tua Bahaya Virus Polio Pada Anak

Dalam kesempatan ini, Dinkes Gresik juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini gejala-gejala penyakit Lupus, sehingga dapat segera ditangani dengan baik dan cepat.

“Semoga upaya sosialisasi ini dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami penyakit Lupus dan mengurangi angka kasus di masa mendatang,” pungkasnya. (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler