Hari Pertama Perayaan Idul Fitri di Gresik, Warga Bawean Disambut Banjir

GresikSatu | Momentum hari pertama lebaran idul fitri di Pulau Bawean sangat memprihatinkan. Khususnya di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik

Akibat intensitas hujan yang tinggi air menggenangi area jalan di Dusun Bengkosobung, desa setempat, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (22/4/2023). 

Air ukuran 5 cm mulai masuk ke pekarangan rumah warga. Air berasal dari luapan sungai gunung Malokok yang mengalami dangkal. 

“Air sudah masuk ke pekarangan rumah ukuran sekitar 5 cm, dan saty jembatan rusak diterjang banjir,” ungkap Kades Sawahmulya Raden Mohammad Nur. 

Saat ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk siaga tetap di rumah masing-masing. Sebab, debit air semakin tinggi.

“Saat ini belum ada rumah yang terdampak. Kalau air hujan belum juga reda, dan debit air semakin tinggi, maka akan banjir seperti bulan Februari 2023 kemarin. Ada 1400 rumah yang terendam banjir bercampur tanah,” paparnya. 

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Beberapa Desa di Pulau Bawean Terjadi Banjir Bandang

Warga setempat Abdul Hamid mengatakan, kondisi banjir di Dusun tersebut disebabkan sungai gunung Malokok yang mengalami kedangkalan. Disamping itu, pemerintah segera melakukan kajian untuk dibuatkan sudetan di samping atau depan klinik dusun tersebut. 

“Kan itu ada sungai di bawah jalan, di depan klinik juga bisa dibuat sudetan biar air lari ke sungai,” jelasnya.

Amek sapaan akrabnya juga siaga berdiam di rumah. Yang awalnya ingin silaturahmi kepada keluarga di Bawean, harus ditunda dulu.

“Kami siaga saja di rumah, khawatir air naik dan masuk ke dalam rumah,” imbuhnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler