Jadi Faktor Penentu Keberangkatan, CJH Gresik Jalani Pemeriksaan Kesehatan

GresikSatu | Musim haji segera tiba, Tenaga kesehatan di beberapa Puskesmas Gresik mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan pada Calon Jamaah Haji (CJH) yang dijadwalkan berangkat tahun ini.

Di tahun 2023 ini, terdapat kuota sebanyak 2.170 CJH Gresik yang terdiri dari : 905 kategori lunas tunda 2020, 216 kategori lunas tunda 2022, 41 prioritas layanan lansia, serta 1.007 nomor porsi urut.

Pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting dalam menentukan istithaah kesehatan CJH, hasil pemeriksaan menjadi penentu keberangkatatan calon jamaah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat perjalanan ke Baitullah.

Kepala Puskesmas Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dr Inna Widya Satvika menerangkan di Puskesmas Sukomulyo terjadwal 229 CJH mulai usia 26 tahun hingga lansia (70-90 tahun). Para jamaah melakukan pemeriksaan tahap 1 di tanggal 6-9 Maret dan 13-16 Maret. Sedangkan pemeriksaan tahap 2 berada di tanggal 10-11 Maret dan 17-18 Maret.

Baca juga:  Kisah Nenek Bonah Asal Lowayu Gresik, Berangkat Haji di Usia 91 Tahun

“Untuk Tahap 1, dilakukan pemeriksaan darah, kencing, dan gigi. Baru di tahun ini ada pemeriksaan gigi, banyak jamaah yang kaget, karena struktur giginya didata dengan detail forensik, berapa jumlah giginya hingga berapa yang bolong. Sedangkang di Tahap 2, dilakukan pemeriksaan kebugaran, ECG rekam jantung, sama rongtsen,” terangnya, Minggu (19/3/2023).

Jadwal tersebut dibuat sesuai Puskesmas masing-masing dan sesuai jumlah CJH yang diperiksa. Di Puskesmas Dukun, pemeriksaan CJH Tahap 1 sudah dilakukan tanggal 7 Maret, dan pemeriksaan Tahap 2 baru akan dilaksanakan tanggal 21 maret mendatang.

“Kami berikan 2 jadwal di tiap tahapan karena melihat CJH di Puskesmas kami yang jumlahnya banyak, jadwal awal dipenuhi calon jamaah lama sedangkan jadwal yang lain mayoritas dipenuhi calon jamaah baru,” ungkapnya.

Baca juga:  Pekan Depan, Jemaah Haji Gresik Kembali ke Tanah Air

Calon Jamaah melakukan pemeriksaan kebugaran dengan berlari mengitari area sekitar puskesmas untuk mendeteksi denyut dan tensi, sebelum berlari dipasang alat SIPGAR di masing-masing handphone jamaah untuk mengukur jarak dan waktu.

“Aplikasi ini berfungsi sebagai pengukur kebugaran jasmani mandiri dari Kemenkes,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan tahap 1 dan 2, dilanjutkan pembinaan di puskesmas serta pemberitahuan hasil laboratorium, rontgen dan rekam jantung. Kemudian CJH Gresik mendapat edukasi penanganan, juga antisipasi obat yang wajib dibawa. (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler