Jangan Sampai Dehidrasi Selama Ramadan, Ini Cara Mengatasinya

GresikSatu | Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kekurangan cairan akan berdampak besar pada kondisi fisik sehingga daya kerja organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak berjalan secara normal. Masalah tersebut sering dialami oleh umat muslim saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Puspitasari Whardani mengungkapkan, gejala utama untuk mendeteksi seseorang mengalami dehidrasi, yaitu rasa haus yang berlebihan dan perubahan warna urine menjadi lebih pekat.

“Tergantung sebanyak apa cairan yang hilang dari tubuh, sehingga dehidrasi dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu: Dehidrasi Ringan-Sedang, dan Dehidrasi Berat,” Kamis (30/3/2023).

Baca juga:  Mengenal Fenomena Heat Wave, Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

Pada Dehidrasi Ringan-Sedang frekuensi dan volume buang air kecil akan berkurang, mulut terasa kering dan lengket, menjadi lebih mudah mengantuk, mudah lelah, sering sakit kepala, sulit berkonsentrasi, demam, hingga mengalami kram otot.

Sedangkan pada Dehidrasi Berat penderita akan merasa sangat kehausan, jantung berdebar tak beraturan, mengalami penurunan tekanan darah, nafas menjadi lebih cepat, mata terlihat cekung, kulit menjadi lebih kering dan kehilangan elastisitasnya, tidak buang air kecil sama sekali, mrngalami sakit kepala yang hebat, dan lebih sering mengantuk.

“Untuk penderita Dehidrasi berat bisa tiba-tiba pingsan hingga kejang,” ungkapnya.

Dokter Puspita menambahkan, disarankan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk mencukupi kebutuhan cairan dan memperbanyak konsumsi buah serta sayur, baik saat berbuka maupun saat sahur.

Baca juga:  Klarifikasi Kepala Rutan Gresik terkait Tahanan Meninggal Karena Kekurangan Air

“Oleh karena itu, masyarakat harus memperbanyak konsumsi buah dan sayur, membuat jadwal minum air putih, mengonsumsi makanan berkuah, menghindari konsumsi kafein berlebih karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, serta membatasi konsumsi garam dan aktifitas berlebihan,” terangnya. (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler