Kapasitas Rutan Gresik Overload, Tahanan Bergantian Sholat Tarawih di Masjid

GresikSatu | Kapasitas Rutan Kelas II B Gresik sangat tidak layak. Jumlahnya setiap bulan meningkat. Karena kapasitasnya overload, setiap warga binaan yang menjalankan ibadah sholat tarawih harus bergantian.

Apalagi, ruang Masjid At-Taubah hanya bisa menampung puluhan warga binaan saja. Tak ayal, sistem sholat jama’ah tarawih bergelombang diterapkan. Mereka yang tak kebagian tempat di masjid, terpaksa harus melaksanakan sholat di dalam sel.

Salah seorang warga binaan HD, tersenyum karena bisa menempati barisan depan dan sholat isya’, dan tarawih bersebelahan dengan Karutan Gresik, Disri Wulan Agus Tomo. Ramadan kali ini dianggap momen berserah diri di hadapan Tuhan, serta menebus dosa-dosa yang pernah diperbuat.

Para warga binaan sangat antusias melakukan ibadah ubudiyah selama bulan Ramadan. Sehingga lorong antar blok di sisi kiri masjid penuh dengan warga binaan yang melaksanakan sholat tarawih di rutan.

Baca juga:  25 Narapidana di Rutan Cerme Diusulkan Terima Asimilasi hingga Remisi Tahanan 

“Imam sholat juga merupakan warga binaan,” ucap HD, Sabtu (1/4/2023). 

Ppelaksanaan salat tarawih di dalam rutan tidak kalah syahdunya dengan salat tarawih di masjid maupun pondok pesantren. Imam yang melafalkan ayat ayat suci Al Qur’an sangat tenang dan merdu. 

“Suaranya memang merdu enak di dengar,” kata seorang sipir usai ikut salat tarawih.

Kepala Rutan Cerme Disri Wulan Agus Tomo menuturkan, pelaksanaan salat tarawih terpaksa di lakukan secara bergiliran karena keterbatasan tempat serta banyaknya warga binaan. 

“Demi kenyamanan dan keamanan para warga binaan yang salat tarawih di masjid rutan terpaksa di gilir bergantian per blok,” tuturnya. 

Mereka (WBP) yang tak bisa salat tarawih di masjid bisa menjalankan salat sendiri di bloknya masing masing.

Baca juga:  Peringati Hari Pahlawan, WBP Rutan Gresik Laksanakan Upacara

Setelah sholat taraweh para warga binaan juga langsung kembali ke bloknya masing masing. Dan diawasi oleh para petugas piket jaga. 

“Beberapa warga binaan ada yang masih bertahan di masjid karena harus Tadarrus Al-Qur’an,” ujarnya. 

Diakui Disri, penghuni rutan Cerme sangat banyak. Berdasarkan papan data warga binaan hingga akhir Maret 2023 ada 729 orang warga binaan. 17 orang diantaranya merupakan warga binaan perempuan. 

“Sedangkan kapasitas rutan cerme hanya untuk 200 orang tapi penghuninya mencapai 729 orang,” jelasnya. 

“Warga binaan kita sudah over load. Selama Ramadan, jam berkunjung untuk mengantrakan kue atau makanan juga ada perubahan. Yang sebelumnya siang hari menjadi sore hari selama bulan Ramadan,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler