Minggu, Januari 29, 2023

Kekurangan Murid, SD At-Thohiriyah Resmi Diakuisisi Yayasan Perguruan NU Trate Gresik

GresikSatu | Yayasan Pengurus Perguruan NU Trate Gresik (PPNUT Gresik) resmi mengakuisisi SD At-Thohiriyah sebagai lembaga yang bernaung di bawahnya. Sekolah yang berada di Desa Pulopancikan, Gresik itu rencananya akan beralih nama menjadi SDNU Trate.

Secara simbolis proses akuisisi dari Yayasan At-Thohiriyah ke Yayasan PPNUT disaksikan PCNU Gresik berlangsung di Halaman MINU Trate Putri pada Sabtu (21/1/2023) tadi.

Dengan demikian, YPPNU Trate Gresik akan melakukan perombakan di lingkungan para pendidik dan pengurus yayasan, yang baru diserahkan. 

Ketua Umum Yayasan PPNU Trate Gresik Elvi Wahyudi mengatakan, setelah yayasan sekolah SD di Desa Pulopancikan diserahkan. Pihaknya akan melakukam penyamaan konsep dan manajemen di lingkungan yayasan yang baru. 

Baca juga:  Tampil Memukau, Teaterikal Resolusi Jihad MINU Tratee Putera Raih Juara 1 Pawai Santri Kreatif 

“Seluruh proses menajemen akan disamakan disini. Brandingnya nanti akan menjadi SD NU Trate Gresik, yang sebelumnya SD At Thohiriyah,” ucapnya.

Dengan demikian, hal yang diprioritaskan dan segera dilakukan yakni, perombakan SDM disinergitaskan dengan pengurus YPPNU Trate Gresik. 

Ketua Yayasan At Thohiriyah Ahmad Santoso menyampaikan, akuisisi atau peleburan ini dilakukan untuk kebaikan bersama. Pasalnya semakin tahun lembaganya mengalami kemerosotan hingga kekurangan siswa.

Bahkan, bangunan sekolah yang dibangun sejak tahun 1956 masehi itu, dinilai belum menjadi pelengkap pendidikan yang terbaik di Gresik.

“Hal tersebut terasa di tahun 2014, siswa mulai berkurang. Dari rata – rata 100 siswa mulai kelas I sampai kelas VI. Hingga tahun 2023 ini, tersisa 28 kelas dari enam kelas di sekolah,” ungkapnya. 

Baca juga:  Tampil Memukau, Teaterikal Resolusi Jihad MINU Tratee Putera Raih Juara 1 Pawai Santri Kreatif 

Kedepan, dengan dileburkan menjadi satu dengan YPPNU Trate Gresik, diharapkan bisa menjadi pendidikan yang lebih baik. 

“Mulai dari pengelolaan, program, dan para guru-guru,” harapnya. (faiz/aam)