Senin, Januari 30, 2023

Kisah Pilu ODGJ Gresik, 16 Tahun Terpasung Rantai Besi Hingga Sempat Alami Lumpuh

GresikSatu | Kisah pilu dialami SU penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pria berumur 39 tahun tersebut berasal dari Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Ia mengalami gangguan jiwa selepas kehilangan satu-satunya perempuan yang mengorbankan seluruh hidupnya demi SU. Perempuan itu adalah ibunda tercinta. Perasaan kalut yang membabi buta menjadikan dirinya terpukul berkepanjangan.

Selama pikirannya tergoncang, SU kerap kali marah-marah. Tak jarang aksinya itu membahayakan warga sekitar. Ia bahkan dilaporkan memukuli setiap orang yang dilihatnya. Sampai-sampai memakan pampers yang ia pakai.

Atas hal itu, keluarga akhirnya memutuskan untuk memasung kedua kakinya agar tak melakukan tindakan membahayakan diri sendiri, maupun orang lain.

Baca juga:  Siap-siap Masyarakat Gresik Bakal Terima BLT Migor

Kepala Bidang Resos dan Peksos Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Alfi Ariyanto mengungkapkan sebab musabab pria tersebut alami gangguan jiwa.

“Dari keterangan keluarga, SU alami gangguan sejak meninggalnya sang ibunda sekitar tahun 2006 silam. Namun dirinya baru mendapat perawatan ditahun 2013. Akibat kondisi kkejiwaanya yang semakin parah. Sampai akhirnya diputuskan untuk memasung kakinya,” terangnya, Selasa (3/1/2023).

Bahkan akibat besi yang menggantung dikakinya, ia sempat alami kelumpuhan. Dinsos bahkan mengupayakan kesembuhan kakinya agar bisa berfungsi seperti semula. Tidak lupa ia juga dirujukkan ke RSJ Menur untuk mengatasi kejiwaan yang dialaminya.

“Perawatan tersebut dilakukan 3 bulan lamanya hingga perlahan mental dan kondisi fisiknya membaik. Kemudian kita kembalikan kepada pihak keluarga yang merawat,” ungkapnya.

Baca juga:  Tekan Penyelewengan Data Penerima Manfaat, Dinsos Gresik Ajak Masyarakat Ikut Lakukan Pengawasan

Dengan dipantau oleh Puskesmas Balonggpanggang, ia dirawat oleh ayahnya. Namun karena kebutuhan hidup, ayahnya harus tetap bekerja sebagai seorang petani.

Pengobatan yang kurang maksimal menjadikan kejiwaan SU kembali alami goncangan, ia bahkan memukuli setiap orang yang dilihatnya. Sampai-sampai memakan pampers yang ia pakai. (ovi/aam)