Konser Denny Caknan di Gresik Batal, Para Pedagang Ngaku Rugi Puluhan Juta

GresikSatu | Puluhan pedagang menuntut kepastian ganti rugi akibat pembatalan konser Denny Caknan di GKB Convex pada, Selasa (13/9/2022), malam ini. Mereka mengaku rugi sampai puluhan juta karena sudah terlanjur belanja bahan dagangan.

Pantauan di lapangan, tampak para pedagang membawa barang dagangan makanan dan minuman ke Gedung Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Para pedagang tersebut menuntut ganti rugi uang pembayaran administrasi pendaftaran lapak, serta modal yang sudah dikeluarkan oleh para pedagang.

Pedagang tidak hanya dari wilayah Gresik, melainkan juga ada beberapa pedagang dari luar daerah Gresik, ada yang dari Malang, dan Kediri. 

Salah satu pedagang Dalih Wasik asal Kediri mengaku kecewa besar kepada panitia Closing Party Festival Mahasiswa (Fesma) yang akan mendatangkan musisi pop dangdut Denny Caknan. Pasalnya, informasi pembatalan mendadak pada hari H juga. Dirinya bersama rekan dagangnya sudah membayar biaya administrasi dua lapak yang akan digunakan dalam acara tersebut. 

Baca juga:  Kembangkan UMKM, Mahasiswa UMG Bekali Warga Kroman Digital Branding dan Marketing 

“Total sekitar Rp 5 juta modal yang sudah dikeluarkan. Ditambah biaya pendaftaran dua lapak Rp 800 ribu,” ucapnya didampingi rekannya Eka Yulia, saat ditemui di area kampus UMG”, Selasa (13/9/2022).

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Pedagang lapak kuliner makanan dan minuman itu menyebut, seminggu sebelum hari H sudah menyiapkan peralatan hingga barang yang akan dijual. “Setelah ada pembatalan dari panitia kami sempat ke lokasi acara GKB Convex. Menunggu kepastian dari panitia. Kami sempat dimarahi petugas saat di lokasi,” jelasnya. 

Akhirnya, para pedagang mendatangi kampus UMG. Meminta ganti rugi. Sejak pagi hingga sore ini pertemuan mediasi antara para pedagang dan pihak panitia, belum menemukan titik terang.

“Awalnya panitia hanya mengganti uang administrasi saja, tapi kami menolak hingga akhirnya sepakat mengganti rugi uang administrasi dan modal barang dagangan yang sudah dipersiapkan,” paparnya. 

Baca juga:  BPBD Gresik Baru Usulkan Status Bawean Jadi Darurat Bencana

Di tempat yang sama perwakilan panitia Anggita membenarkan tentang ganti rugi tersebut. “Iya panitia akan ganti rugi semua biaya administrasi dan modal kepada 30 pedagang setelah maghrib. Nanti para pedagang diberikan pilihan ganti rugi secara tunai maupun transfer,” ucapnya, Selasa (13/9/2022). 

Sedangkan untuk tiket lanjut dia juga akan dilakukan pengembalian secara bertahap. Total tiket yang sudah laku terjual atau sold out ada sekitar 2.000 tiket. Jika dikarkulasikan dengan harga tiket paling murah Rp 70 ribu sudah meraup keuntungan Rp 140 juta. 

“Itu harga tiket koser Denny Caknan Rp 70 ribu dan Rp 100 ribu. Untuk harga tiket Rp 150 ribu belum terjual,” tambahnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler