Mengupgrade Iman di Masa Tenang

Oleh: Ahmad Rofiq

Di masa tenang ini, seyogyanya kita menyiapkan hati ini agar selalu ready menerima segala hal dan kejadian. Hendaknya di masa tiga hari ini kita optimalkan dengan baik untuk  mengelola hati atau batin kita, agar batin kita bisa lebih stabil dan tertata.

Sehingga sekeping daging (mutghah) ini tidak menjadi sekeping hati yang tergoncang. Baik tergoncang oleh kemenangan saat pilihannya ternyata meraih suara terbanyak, ataupun tergoncang oleh kenyataan bahwa harapannya tidak sama dengan kehendak Allah SWT.

Kedua jenis goncangan itu sama-sama berbahaya. Goncangan karena kegembiraan berlebihan sebab calonnya menang akan menyebabkan hati terjangkiti penyakit berbahaya, yaitu ujub , merasa paling hebat, sombong dan jumawa. Penyakit-penyakit itu ujung-ujungnya akan mendorong seseorang untuk mengklaim dirinya sebagai “tuhan kecil” yang merasa bisa melakukan apa saja.

Baca juga:  Dirgahayu Gresik Satu, Menuju Pers yang Bebas dan Sehat

Begitu juga guncangan karena kekecewaan berlebihan sebab calon yang didukung ternyata kalah. Guncangan ini pun bisa menyebabkan hati kecewa, merana dan putus asa. Perasaan-perasaan ini akan melahirkan dosa besar hati, yakni putus asa serta menganggap Tuhan tidak adil.

Dosa-dosa hati jenis ini kerap kali muncul lantaran selama ini ia hanya mengakui Tuhan Maha Kuasa bila takdir Tuhan sesuai dengan keinginan dan seleranya. Namun ia merasa keberatan untuk mengakui Tuhan Maha Kuasa bila takdir Tuhan ternyata tidak sesuai dengan harapan dan seleranya.

Di hari tenang ini, marilah kita menata hati serta mengupgrade iman kita, terlebih iman kita pada rukun iman yang ke-enam yakni, percaya sepenuh hati bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah SWT sejak zaman azali. Apapun yang ditakdirkan oleh Dia yang Maha Sutradara pasti terjadi. Dan apapun yang tidak ditakdirkan oleh Dia yang Maha Sempurna mustahil terjadi.

Baca juga:  Ngaji AL Hikam Kanggo Wong Awam, Sambat Lan Ngersulo Iku Kriminal

Dengan mengupgrade Iman kita terhadap qodlo dan qodar, diharapkan hati kita akan lebih siap dan tertata untuk menerima segala kejadian dan peristiwa, khususnya di tanggal 14 Februari nanti. Jika takdir Tuhan tidak sesuai dengan harapan kita maka kita bisa menerima dengan lapang dada, jika takdir Tuhan sesuai dengan harapan kita maka kita tidak sampai terjerumus dalam sikap batin ujub, sombong dan juga jumawa.

Penulis adalah Wakil ketua LDNU Gresik, komisi Dakwah MUI kabupaten Gresik.

Reporter:
Tim Gresik Satu
Editor:
Tim Gresik Satu
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler