Resmi Liga 2 Dihentikan, CEO Gresik United: Kami Kecewa!!

GresikSatu I Kompetisi Liga 2 musim 2022 akhirnya benar-benar dihentikan, setelah sempat terombang-ambing oleh kepastian dilanjutkan atau dihentikan kompetisi kasta kedua sepakbola Indonesia ini. Keputusan resmi menghentikan Liga 2 diambil dalam sarasehan sepak bola nasional yang digelar di Surabaya, Sabtu (4/3/2023).

Atas penghentian Liga 2 itu, manajemen Gresik United sangat kecewa atas keputusan yang diambil oleh PSSI di kepengurusan baru. Kekecewaan ini tidak hanya dialami oleh manajemen GU tapi juga dari suporter fanatiknya Ultras Gresik.

Padahal, di era kepengurusan dibawah komando Erick Thohir ini manajemen Gresik United berharap kelanjutan kompetisi Liga 2 bisa diteruskan. Tapi, hasilnya pada sarasehan sepakbola nasional memutuskan lain.

“Kami kecewa karena kompetisi Liga 2 tidak ada kelanjutan. Dari pertemuan di Surabaya hari ini hanya dua tim yang masih sanggup melanjutkan yakni Gresik United dan FC Bekasi City,” ujar CEO Gresik United Gus Allan sapaan akrab Muhammad Allan.

Baca juga:  Kalah dari Persedikab, Langkah Gresik United Terhenti di Semi Final Liga 3 Jawa Timur

Gus Allan mengaku jika pihaknya sangat dirugikan atas penghentian Liga 2 tersebut. Menurutnya, selama menjalani kompetisi Liga 2 wilayah tengah manajemen Gresik United sudah mengeluarkan dana miliaran.

“Gresik United sudah serius mengarungi kompetisi Liga 2 tapi hasilnya malah tidak dilanjutkan. Tentu sangat kecewa dengan keputusan ini. Kami sudah mengeluarkan banyak uang, termasuk kontrak pemain dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara itu manager operasional Gresik United Thoriqi Fajrin mengatakan keputusan yang diambil oleh PSSI sangat merugikan. Sebab sejak kasus tragedi Stadion Kanjuruhan, keputusan lanjut dan tidaknya Liga 2 terlalu lama, dan membebani operasional klub terutama Gresik United.

“Kompetisi sekarang aneh, Liga 1 tidak ada degradasi sementara Liga 2 tidak dilanjutkan. Ditambah Liga 3 ditiadakan kalau dibilang ada perubahan, dimana perubahannya,” ucap pria yang biasa di sapa kaji Riky ini. (Tov)

Baca juga:  Kontra PCB Persipasi, Basuki: Bukan Laga Hidup Mati tapi Laga Mati-Matian

 

Advertisement