Senin, Januari 30, 2023

Sejumlah Anak SD Gresik Disodomi Saat Berada di Warnet, Pelakunya Masih Pelajar SMP

GresikSatu | Kasus kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur, kembali terjadi di Kabupaten Gresik, Selasa (27/12/2022). Kali ini, korban yang mayoritas masih duduk di bangku SD itu, menerimpa trauma berat. Mereka disodomi saat berada di warnet.

Mirisnya, pelaku sodomi ini masih setingkat pelajar SMP. Kasus ini pun sudah ditangani Polres Gresik. Karena beberapa orang tua yang tak terima melakukan pelaporan. Bahkan informasinya, jumlah korban lebih dari lima orang.

Sesuai informasi yang dihimpun, kasus memalukan itu terjadi di sebuah warnet. Saat itu, pelaku dengan paksa melakukan sodomi terhadap sejumlah anak. Pelaku bahkan meminta korban untuk melayani nafsu bejatnya di sebuah ruangan warnet tersebut.

Baca juga:  Penjelasan PPA Polres Gresik Terkait Pelaku Sodomi Belum Ditangkap

Rata-rata, kasus sodomi terjadi saat korban yang merupakan anak-anak, tengah bermain internet di warnet tersebut. Agar kelakuannya tak terungkap, pelaku mengancam kepada semua korbannya supaya tutup mulut.

Salah seorang orang tua korban mengaku sedih anaknya telah menjadi korban sodomi. Ia pun sudah mendengarkan semua cerita memalukan itu dari sang anak. Melihat hal itu, orang tua yang tak mau disebutkan namanya, akhirnya melaporkan kejadian ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdan mengatakan, korban dari kasus sodomi masih berstatus pelajar SD. Sedangkan pelakunya masih SMP. Terduga pelaku pun sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

Baca juga:  Korban Sodomi di Gresik Alami Gejala Sering Meludah, Gara-gara Trauma Mengulum Alat Vital Pelaku

“Saat ini kami sudah periksa saksi-saksi, sudah tiga orang kami periksa,” kata Aldhino sapaan akrabnya.

Usai memeriksa sejumlah saksi, terduga pelaku akan dibawa ke psikiatri. Hal ini agar para korban, yang mayoritas anak-anak tidak mengalami trauma berat.

“Tindak lanjut setelah ini akan kami lakukan pemeriksaan psikiatri untuk pelaku,” pungkasnya. (faiz/aam)