Sempat Tolak Pasien Berobat, Pelayanan RS Eka Husada Menganti Dikeluhkan

GresikSatu | Pelayanan di RS Eka Husada Kecamatan Menganti, Gresik dikeluhkan. Pasalnya, seorang pasien mengaku sempat ditolak saat berobat, namun akhirnya diterima setelah melakukan protes.

Kejadian tidak mengenakan itu dialami oleh Priyandono, warga Mengati Kabupaten Gresik, saat mengantarkan ibunya kontrol di dokter tulang, pada Sabtu (8/4/2023). Ia malah diminta kembali pulang, dengan alasan pasien yang ditangani rumah sakit sudah penuh.

“Padahal saya datang ini kan memenuhi panggilan RS Eka Husada, membawa ibu saya kontrol lagi pada 8 April hari ini. Tapi saat di lokasi malah ditolak,” kata Priyandono, kepada Gresiksatu.com, pada  Sabtu (8/4/2023).

Menurut Priyandono, penolakan dengan alasan pasien sudah penuh membuat dirinya binggung. Apalagi, kedatagannga di RS ini bukan atas kehendak sendiri. Melainkan rekomendasi dari perawat setempat untuk datang pada tanggal yang sudah ditentukan.

Baca juga:  Kembali Raih Akreditasi Paripurna, RSUD Ibnu Sina Gresik Buktikan Kualitas Pelayanan

“Tadi sempat protes, kok begini pelayanannya. Ini yang kasih tanggal 8 April kan pihak rumah sakit, saya datang kok malah alasan pasien penuh. Beruntung tadi sempet saya protes, akhirnya berobat di hari ini tetap berlaku,” ujarnya.

Pengalaman tidak mengenal lagi, juga dialami Priyandono. Ia menjelaskan, sebelum kejadian ini, pihaknya mengantre berobat hingga 2 jam lebih. Saat giliran nomernya, secara mendadak perawat menyampaikan dokternya tidak bisa melayani.

“Sebenarnya dokternya juga bagus, tidak masalah. Hanya pelayanannya saja kok gini. Setelah kejadian itu sempat saya protes ke nomer customer service tapi tak ada jawaban sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Humas RS Eka Husada Megatro mengakui bahwa ada keterbatasan tentang dokter tulang, yang menjadi keluhan pasien tersebut.

Baca juga:  Anggota DPRD Gresik Kecam Petugas Kesehatan Tolak Pasien Hamil

“Ada pembatasan saat dokter sedang menjalani kegiatan pelayan operasi. Pasti ada pengurangan jam praktek kepada pasien,” ucapnya.

Atas keluhan tersebut, pihaknya kedepan akan segera melakukan evaluasi bersama pimpinan Rumah Sakit.

“Semoga keributan atau komplain tidak ada lagi,” harapnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler