Minggu, Januari 29, 2023

Tak Sesuai Target, Kontraktor Pembangunan Jembatan Kacangan Kena Denda

GresikSatu | Kontraktor pembangunan Jembatan Kacangan Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik mendapatkan sanksi denda. Hal ini disebabkan karena progres pembangunan tak sesuai target.

Padahal pada tahun 2022 jembatan tersebut mestinya sudah rampung. Kendati demikian, pihak kontraktor mendapatkan tambahan waktu 50 hari untuk menyelesaikan proyek tersebut. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Eddy Pancoro mengatakan, progres pembangunan hingga kini sudah diatas 60 persen. Saat ini tahapan pekerjaan masih menunggu komponen kerangka baja utama yang dipesan dari Cikarang Jawa Barat.

“Kami adendum kontraknya (tambahan klausula, Red) dengan denda karena tidak selesai sesuai jadwal, ini dilanjutkan lewat tahun yang direncanakan. Perpanjangan 50 hari atau maksimal 18 Februari 2022,” katanya, Rabu (4/12/2022).

Baca juga:  Jembatan Ambruk, Pemkab Janji Perbaiki Secepatnya Pakai Dana Darurat

Pihaknya mendesak rekanan proyek untuk menggenjot pekerjaan agar dendanya tak semakin besar. Pasalnya denda yang dikenakan bersifat progresif, semakin lama pekerjaan selesai, rekanan akan didenda semakin besar, begitupun sebaliknya.

“Kami rutin melakukan kontrol ke lapangan agar progres pekerjaan tidak meleset lagi,”jelasnya. 

Ditambahkan, laporan terakhir pada 27 Desember 2022 yang sudah dibayarkan Dinas PUTR sekitar 64 persen. Namun itu belum termasuk progres pembangunan yang dilakukan dalam seminggu ini.

“Seminggu ini juga terus berprogres, namun hasilnya belum dilaporkan, seperti pengerjaan lantai dasar dan lain sebagainya. Sehingga persentasenya otomatis juga bertambah,” tambahnya. 

Saat ini, pihak rekanan telah menyelesaikan bentang 30 meter hingga kontruksi penyangga. Sekarang tinggal menunggu kerangka baja untuk bagian bentang utama sepanjang 60 meter yang masih dalam perjalanan dari Jawa Barat. Jika kerangka baja itu sudah terpasang, persentase penyelesaian proyek akan naik signifikan.

Baca juga:  Longsor Sebabkan Jembatan Kacangan Benjeng Roboh, Begini Tindakan Pemkab

“Kendala utamanya kalau debit air Kali Lamong naik. Lokasi proyek pasti tergenang, sehingga menunggu surut atau dipompa terlebih dahulu. Meskipun di lokasi tidak hujan, kalau di hulu hujan lokasi proyek pasti tergenang. Semoga ke depan lancar,” harapnya. 

Diketahui, nilai kontrak proyek pembangunan kembali Jembatan Kacangan yang menghubungkan Kecamatan Benjeng – Kedamean senilai Rp 13 miliar. Targetnya selesai akhir Desember 2022. Namun karena berbagai kendala akhirnya pengerjaan molor dari jadwal perencanaan. (faiz/aam)