Benda Sakral Peninggalan Bupati Gresik Pertama Warnai Tradisi Sedekah Bumi Betiring

GresikSatu | Warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme merayakan tradisi tahunan Sedekah Bumi dengan sangat meriah.

Mereka menggelar kirab sambil menggotong hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

Acara ini dimulai dengan tokoh masyarakat yang menabuh bende pusaka (gong kecil), untuk mengumpulkan masyarakat. Setelah itu, diadakan kirab dengan membawa payung dan bende pusaka. 

Payung dan bende tersebut dibawa rombongan sambil membaca sholawat nabi dan berakhir ditempat lokasi hajatan.

Dua benda pusaka yang di kirab, yakni payung dan bende merupakan peninggalan dari Bupati Gresik pertama yakni KRT Poesponegoro sekitar 1617 masehi atau lebih dari 400 tahun yang lalu.

Baca juga:  Meriahkan HUT RI, Warga Sambiroto Kecamatan Balongpanggang Gelar Kirab Budaya

Dalam acara ini juga terdapat makanan yang dirangkai di tandu disebut ancak-ancak, dengan empat penjuru mata angin. Ancak-ancak tidak hanya diisi makanan dan buah, melainkan terdapat rengginang lebar sebagai lambang tanduk kerbau yang mengartikan kesuburan.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga Dusun Betiring. Menurutnya, kegiatan ini sarat akan nilai-nilai kebersamaan sekaligus bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Dusun Betiring. Tradisi ini adalah wujud nyata dari rasa syukur kita kepada Allah SWT dan penghargaan kita terhadap alam yang telah memberikan kita banyak kebaikan,” tuturnya.

Baca juga:  Serunya Melihat Sedekah Bumi di Desa Munggugianti, Warga Arak Tumpeng Raksasa

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Gus Yani juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi seperti Sedekah Bumi sebagai bagian dari identitas budaya.

“Melalui acara seperti ini, saya berharap generasi muda dapat memahami dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah mereka,” ucapnya.

Tak lupa, Gus Yani juga mengajak semua hadirin untuk mendoakan saudara-saudara di Pulau Bawean, serta bersama-sama berdoa agar Kabupaten Gresik dijauhkan dari bencana.

Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler