Kamis, Februari 2, 2023

Bukan Dibunuh, Korban Tewas di Rumah Makan di Gresik Dipastikan Gantung Diri

GresikSatu | Kasus kematian Sumardi asal Desa Kembangan, Kebomas, Gresik akhirnya terpecahkan. Dalam penyelidikan polisi, korban tewas ternyata karena bunuh diri. Hal itu dibuktikan dengan hasil visum dan beberpa fakta lain.

Sekedar diketahui, kematian Sumardi sempat ramai diperbincangkan karena diduga menjadi korban pembunuhan. Ia temudkan di salah satu gudang rumah makan di Jalan Veteran Gresik, bebarapa waktu lalu. Namun tuduhan ini, kemudian dibantah oleh Polres Gresik dengan menujukkan beberapa fakta kejadian di TKP.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro memastikan korban dinyatakan bunuh diri. Hal ini sesuai dengan hasil visum. Yakni, wajah, kedua mata bibir dan kuku tangan kaki berwarna kebiruan. Lalu ada bintik pendarahan pada selaput lendir.

Baca juga:  Enam Instansi Ikuti Futsal Gresik Wani Lawan Narkoba BNNK Gresik

“Kelainan ini merupakan tanda mati lemas (Asfiksia). Kami pastikan meninggalnya korban karena gantung diri bukan dibunuh,” ungkapnya, Selasa (4/10/2022). 

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan, bukti lain jika korban bunuh diri. Ada luka lecet  melingkar di leher. Dari leher bagian depan di atas jakun ke arah belakang atas akibat kekerasan benda tumpul. Luka tersebut dianggap lazim di dapati pada korban gantung diri.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Menurut dia, korban menggunakan pipa sebagai cantolan. Kemudian meninggal dan terjatuh dan bagian yang luka bisa disebabkan benturan. Apalahi, di lokasi jatuh banyak benda-benda yang bisa menyebabkan luka. Dan dari hasil pemeriksaan keluar cairan bening dari alat kelamin. 

Baca juga:  Motor Hasil Curian Dibuat Jalan-Jalan, Kepergok Pemiliknya Saat Parkir di Indomaret

“Dari hasil penyelidikan, korban sering mengeluh ke rekan kerja dan atasannya terkait beban hidup (masalah keluarga),” tegasnya lagi.

Sementara bukti lain, dari hasil analisa CCTV, bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri, korban sendirian mengarah ke gudang pukul 23.00 WIB. 

“Setelah itu tidak ada lagi orang yang keluar maupun masuk ke gudang sampai korban ditemukan meninggal dunia keesokan harinya,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)