Buntut Insiden Perahu Terbalik, Warga Minta Bantuan Kapal Ambulans di Bawean Gresik Diperbaiki

GresikSatu | Buntut dari insiden perahu terbalik di Perairan wisata Gili Noko, Desa Sidogedungbatu, Pulau Bawean, pada Senin malam (29/4/2024).

Warga Bawean menyoroti keberadaan bantuan kapal ambulans yang tidak berfungsi di area penyeberangan Bawean-Gili Nuko.

Diketahui, bantuan kapal ambulans itu dari pasar modal Indonesia pada tahun 2022 rusak dan saat ini tidak bisa digunakan.

Padahal di dalam kapal ambulans tersebut, sudah ada fasilitas kesehatan, dan alat keselamatan. Termasuk oksigen dan pelampung. 

Salah satu tokoh masyarakat Bawean Hefni Safiyah menyayangkan keberadaan kapal ambulans yang tidak berfungsi.

Pasalnya, keberadaan kapal ambulans bertujuan untuk membantu masyarakat Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Termasuk saat terjadi kecelakaan laut, seperti insiden perahu terbalik beberapa hari yang lalu. 

“Kami sayangkan keberadaan kapal ambulans yang tidak berfungsi. Kalau pun itu rusak, segera dilakukan perbaikan. Karena tidak harus menunggu ada kejadian serupa untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya, Kamis (2/5/2024). 

Baca juga:  Puluhan Warga Malaysia Pulang Kampung di Pulau Bawean Gresik: Melepas Rindu dan Mempererat Silaturahim

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan dari pengelola maupun operator kapal ambulans tersebut yang bukan dari warga setempat. Sehingga kurang mengetahui medan perairan penyeberangan Bawean – Gili Timur maupun Gili Noko. 

“Diantara area penyeberangan itu, ada rambu-rambu yang harus diketahui operator maupun nelayan yang hendak menyeberang. Karena ada jalur yang disana terdapat banyak karang. Sehingga harus berhati-hati,” bebernya. 

Sementara itu, penanggung jawab kapal ambulans Kepala Puskesmas Sangkapura drg Syaiful Umami mengatakan, kondisi kapal ambulans sudah mengalami kerusakan selama kurang lebih satu tahun. 

“Kerusakan itu, meliputi kaca yang rusak, dan kebocoran,”ucapnya. 

Untuk itu, pihaknya sudah berencana memperbaiki kapal tersebut di anggaran APBD tahun 2024. 

Baca juga:  Dampak Gempa di Bawean Gresik, Pagar Penangkaran Rusa Rusak, 20 Rusa Kabur

“Sudah dianggarkan Rp 25 juta untuk perbaikan. Sebagian kebocoran juga sudah diperbaiki,”paparnya. 

Kendati demikian, dalam melakukan perbaikan ini, pihaknya mengaku kesulitan. Lantaran di Pulau Bawean belum ada galangan atau tempat khusus untuk memperbaiki kapal yang rusak, ataupun melakukan perawatan kapal. 

“Semoga nanti selesai dilakukan perbaikan, dan bisa kembali digunakan masyarakat untuk layanan kesehatan dan emergency,” harapnya. 

Diketahui, saat ini kapal ambulans tersebut masih terparkir di area pelabuhan Pamona, Desa Sidogedungbatu, Pulau Bawean

Sekedar informasi, Kapal ambulans itu diproduksi oleh PT Blambangan Raya Perkasa di Banyuwangi.

Kecepatannya 40 PK atau per satu jam membutuhkan 20 liter bahan bakar jenis pertalite.

Kapal ambulans ini dilengkapi fasilitas alat medis standar pertolongan kesehatan dan keamanan pelayaran. Kapal tersebut, berkapasitas 5 sampai 7 orang.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler