Minggu, Februari 5, 2023

Catatan Akhir Tahun : Melihat Ancaman Kerusakan Alam di Bawean Selama Tahun 2022

GresikSatu | Sepanjang perjalanan di tahun 2022, tercatat sejumlah ancaman yang mengganggu kelestarian lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam (SDA) di Pulau Bawean Kabupaten Gresik.

Tingginya kasus kerusakan ekosistem di Pulau Bawean diakibatkan oleh sampah plastik, tambang pasir liar, maraknya penebangan pohon, banyaknya kerusakan habitat biota laut dan mamalia laut.

Ancaman kerusakan ekosistem tersebut memberi efek yang mengkhawatirkan bagi ruang hidup masyarakat pesisir di Pulau Bawean.

Bidang Penelitian, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, berbagai konflik masyarakat dengan multi kepentingan yang menyebabkan kerusakan lingkungan ini. Tidak mudah bagi warga Bawean memperjuangkan sumber kehidupannya.

“Persoalan sampah saja sudah sulit diatasi, belum lagi bencana alam, dugong mati terdampar, konflik nelayan dengan perahu cantrang,” katanya, Minggu (1/1/2023).

Baca juga:  Jaga Ekosistem, Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean¬†Ajak Masyarakat Lindungi Penyu dari Habitatnya

Tak ganya itu, sulitnya akses BBM subsidi, dan maraknya tambang pasir liar yang merusak iklim keanekaragaman hayati dibawah laut, menambah catatan bitam di tahun 2022 kemarin.

“Kita juga terus berjuang melalui penyadaran, edukasi dan kampanye ala Datuk moyang Masyarakat Adat Bawean (MAB),” terangnya.

Penyadaran lingkungan harus dilakukan berkelanjutan. Dikarenakan hal tersebut merupakan isu penting yang patut diperhatikan para pemimpin. 

“Dengan perhatian lebih, Keadaan Pulau Bawean dapat diatasi oleh semua pihak. Penderitaan sosial ekonomi, kehilangan sumber mata pencarian, pengrusakan lingkungan dapat mengancam keberlanjutan hidup masyarakat pesisir pulau Bawean,” bebernya.

“Mari bersinergi melindungi dan merawat keanekaragaman hayatinya,” tambahnya. (ovi/aam)