Cerita Menegangkan Warga Bawean Gresik Saat Terjadi Gempa: Seperti Suara Pesawat di Atas Rumah

GresikSatu | Gempa laut Tuban yang berdampak langsung kepada warga di Pulau Bawean, Gresik, menyisakan banyak cerita dari warga Pulau Bawean. 

Salah satunya dialami oleh warga Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Nor Toatillah. Sejak awal mula terjadi gempa, dirinya bersama istri dan orang tuanya langsung keluar rumah.

Hingga gempa ke tiga kalinya guncangan menjadi besar, dirinya pun berhamburan keluar rumah. 

“Gempa ini seperti suara pesawat lewat diatas rumah, gluduk-gludik begitu bunyinya,” ucapnya. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Zainul Arif, Pemuda asal Desa Sukaoneng ini, mengalami gemetar di sekujur tubuhnya saat gempa laut Tuban terasa cukup besar di Pulau Bawean. 

Baca juga:  Antisipasi Gempa Susulan, BPBD Gresik Kirim Bantuan dan Sembako ke Pulau Bawean

“Saat gempa ke tiga, ikut pengajian di Masjid. Semua jamaah keluar dan pengajian dihentikan, dan sebagian dinding masjid runtuh dan retak,” ucapnya. 

Bagas sapaan akrabnya, mengaku gempa yang dirasakan bergoyang hingga membuat syok dan penuh gemetar. Dirinya hanya bekal membaca kalimat tauhid dan sholawat atas terjadinya gempa tersebut. 

“Warga semua panik keluar rumah, ibu-ibu semua teriak. Hingga salat terawih tadi malam di lapangan bukan di Masjid,” paparnya. 

Lain halnya dirasakan Saleh, warga Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean ini. Saat terjadi gempa pertama, dirinya sedang mandi, dan langsung keluar dari rumah. 

“Masih pakai handuk, muka masih ada sabunnya,” ucapnya. 

“Gempa susulan yang ketiga kalinya anak saya yang keluar saat sedang mandi. Otomatis hanya handuk saja yang dipakai saat keluar rumah,” tambahnya. 

Baca juga:  Pemdes Sukaoneng Berikan Bantuan Ratusan Paket Sembako ke Warga Terdampak Gempa Bawean
Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler