Senin, Januari 30, 2023

Dampak Cuaca Buruk, Pemkab Gresik Salurkan 3.000 Sembako ke Nelayan 

GresikSatu | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sembako kepada nelayan se Kabupaten Gresik. Bantuan ini, disalurkan saat musim cuaca buruk yang berdampak nelayan berhenti melaut. 

Total ada 3.000 bantuan sembako yang disalurkan sampai Desember nanti. Dengan penyaluran dilakukan tiga kali sampai akhir tahun 2022. Setiap penyaluran 1.000 sembako. 

Tadi pagi, Jum’at (25/11/2022) penyaluran 1.000 paket sembako kepada nelayan, dilakukan simbolis di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Kadis Perikanan Gresik Moh Nadlelah mengatakan, bantuan sembako dari anggaran P-APBD 2022 ini, merupakan program Nawa Karsa Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bhakti Peduli bagi nelayan. 

“Pembagian bantuan sembako ini, menyasar ke nelayan pesisir perkotaan Gresik-Kebomas. Selain itu juga di wilayah Gresik Utara,” ucapnya, Jum’at (25/11/2022).

Baca juga:  Nelayan Asal Lamongan Hilang di Perairan Gresik, Diduga Ditabrak Kapal

 

Dijelaskan, bantuan sembako ke nelayan tersebut bernilai Rp 145 ribu setiap masing-masing nelayan. Meliputi, beras, mentega, dan barang pokok lainnya. 

“Semua nelayan yang mendapatkan sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bagi nelayan yang belum mendapatkan bantuan, nantinya pihak Provinsi akan juga memberikan bantuan serupa kepada nelayan,” paparnya. 

Salah satu penerima bantuan sembako bagi nelayan Achmad Syafii. Pria asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengaku senang dan merasa bahagia. Pasalnya momentuk musim cuaca buruk, tentunya sangat merugikan nelayan. Karena tidak bisa melaut. 

“Sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat kecil seperti saya. Kedepannya semoga ada terus. Karena nelayan termasuk orang pinggiran sangat berharap sekali bantuan,” ungkapnya. 

Baca juga:  Niat Cari Ikan, Nelayan Bawean Malah Temukan Ban Bulldozer di Dasar Laut, Ditawar Sampai Ratusan Juta

“Saya bersyukur sekali bisa diperhatikan Pemerintah, khususnya nelayan di Desa Sukorejo,” tambahnya. 

Diakuinya, jika sudah musim cuaca buruk, dirinya tidak melaut dan bekerja. Yang biasanya sekali melaut, bisa menghasilkan keuntungan Rp 50 ribu aampai Rp 75 ribu. 

“Kalau saya hanya nelayan pinggiran, tidak sampai ke tengah laut lepas Hasil rata-rata tangkapan ikan 4 sampai 5 Kg,” pungkasnya. (faiz/aam)