Dishub Gresik Geram Banyak Trotoar Diganti Paving Dibuat Jadi Lahan Parkir

GresikSatu | Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dibuat geram dengan kelakuan para pemilik gerai makanan yang menjadikan trotoar sebagai lahan parkir. Parahnya, torotoar yang semula beralaskan cor-coran itu, dibongkar lalu diganti dengan paving.

Hal ini seperti terlihat di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, tepatnya di depan gerai bakso. Sejumlah pekerja terlihat membongkar torotoar lalu diganti paving. Padahal trotoar yang diperuntukan untuk pejalan kaki, secara sepihak pemilk toko menggunakannya sebagai lahan parkir.

Bahkan, informasi yang diterima Gresiksatu.com beberapa rambu lalu lintas larangan parkir di area trotoar juga dirusak. Hal tersebut tentu menjadi polemik instansi pemerintah khusnya Dishub Gresik dalam hal penertiban lalu lintas. 

“Pembongkaran paving trotoar tanpa ijin, yang bertujuan supaya bisa dipakai parkir sepeda motor. Kalau dibiarkan seperti ini rusak trotoar,” ungkap Kadishub Gresik Tarso Sagito kepada Gresiksatu.com, Senin (27/3/2023). 

Baca juga:  Telan Anggaran 10 Miliar, Gedung Uji Kir Dishub Gresik Akhirnya Diresmikan

Sebab, fungsi dan kegunaan trotoar, lanjut Tarso hanya diperuntukan untuk para pejalan kaki. Termasuk di bandar Grisse dan seluruh trotoar di Gresik. Seharusnya tidak utuk jualan. 

“Fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Kalau trotoar untuk untuk parkir. Otomatis rawan kecelakaan, karena pejalan kaki turun di bahu jalan,” jelasnya. 

Lebih lanjut Tarso, pihaknya juga mendapati para pekerja dari gerai makanan bakso tersebut juga sempat mencopot rambu-rambu larangan parkir di area lokasi trotoar

“Beruntung ketahuan, saya paksakan orangnya untuk pasang lagi. Beserta mengurus izin ke Dinas PUTR untuk pembongkaran trotoarnya. Karena kawasan trotoar harus bersih dari kendaraan parkir bermotor,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti mengatakan, bahwa pembongkaran tersebut tidak ada izin dari dinas alias ilegal.

Baca juga:  Mulai Tanggal 21 Agustus, Kendaraan Besar yang Melintasi Cerme Gresik Akan Dialihkan ke Tol Bunder

Pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lapangan, dan memanggil pemilik usaha, yang bertanggung jawab atas pembongkaran paving di trotoar

“Kami panggil hari ini, tapi yang bersangkutan tidak datang. Setelah petugas kami kesana, para pekerja pun berhenti aktivitas pembongkaran,”ucapnya. 

“Kami minta dikembalikan paving seperti semula,” tegasnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler