Geger! Anak Punk Jadi PSK di Bawean, Ketangkap Dipaksa Keluar Pulau

GresikSatu | Kepolisian Sangkapura Bawean menangkap seorang perempuan diduga pekerja seks komersial (PSK). Lebih mencengangkan, perempuan itu masih dibawah umur. Akibatnya, anak berinisial MA (16) dipaksa keluar dari Pulau Bawean Gresik.

Desas-desus keberadaan PSK Bawean ini bermula dari seorang warga bercerita terkait bisnis esek-esek, di salah satu penginapan di Kecamatan Sangkapura. Modusnya, si PSK menerima pesanan melalui aplikasi pesan WhatsApp. Kemudian bertemu di tempat penginapan yang dimaksud.

Dari informasi yang dihimpun, para pelanggan dari wanita PSK ini sudah beberapa orang Bawean sendiri. Hal ini yang membuat keresahan warga dan tokoh masyrakat. Mereka kemudian berkordinasi dengan polisi, dan melakukan penangkapan wanita diduga anak punk tersebut.

Baca juga:  KAHMI Gresik Bidik SDA Laut Bawean Jadi Potensi Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Kapolsek Sangkapura AKP Moch Suja’i mengatakan, pelaku PSK saat diamankan tidak membawa identitas apapun. Namun sesuai pengakuannya, anak berinisial MA merupakan Warga Surabaya, berumur 16 tahun.

“Ini hanya pengakuanya karena tidak punya identitas yang sah seperti KTP,” ujarnya, Sabtu (11/3/2023).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Kebomas itu, menambahkan kemungkinan anak perempuan tersebut anak punk yang pindah ke Bawean. Bahkan, anak tersebut mau diajak kencan orang Bawean. 

“Anak perempuan tersebut ke Bawean diajak orang Bawean melalui via online. Di iming-imingi janji kerja di Bawean. Sudah sekitar dua bulan berada di Bawean,” bebernya. 

Selanjutnya, pihaknya juga telah mengirim pelaku dugaan asusila ke Dinsos Gresik untuk dilakukan tindak lanjut. “Hari ini kami bawa layar ke Gresik,” imbuhnya. 

Baca juga:  Sedekah Laut, Ratusan Nelayan Bawean Gelar Pawai Perahu

Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Moch Zein menyebut sudah ada sekitar 10 orang yang telah berhubungan dengan anak perempuan tersebut. 

“Informasi yang kami terima ada tiga orang pekerja seks. Kedua temannya lebih dulu sudah layar alias pergi dari Bawean,” ungkapnya. 

Pihaknya juga memastikan kasus dugaan asusila tersebut, sudah ditangani Polsek Sangkapura. Sehingga nantinya pihak Polres sudah berkoordinasi ke Dinsos dan Satpol PP Gresik. 

“Informasinya dilimpahkan ke Dinsos, entah tindak lanjutnya kami belum tau,” ujarnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler