Hari ke Lima Gempa di Bawean Gresik, Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat

GresikSatu | Hari ke lima gempa di Bawean Gresik, masih menyisahkan kekhawatiran yang mendalam. Bahkan, gempa susulan masih kerap terjadi di wilayah setempat.

Meski kekuatan gempa tidak sebesar pada Jum’at lalu (22/3/2024), warga memilih dan bertahan di tenda darurat. Mereka menghindari bangunan yang beratap karena takut gempa berkekuatan tinggi datang lagi.

Seperti halnya di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Warga Dusun setempat memilih tidur di pinggir jalan pada malam hari.

Salah satu warga setempat, Jauhari Riski mengatakan, warga masih takut tidur di rumah. Lantaran masih ada gempa susulan. 

“Semua warga tidur di pinggir jalan sejak gempa melanda Bawean Jum’at lalu (22/3/2024). Entah sampai kapan berada disini. Gempa susulan masih terus terjadi,” ucapnya, Senin malam (25/3/2024). 

Baca juga:  Heboh! Fenomena Semburan Air Panas Bercampur Lumpur, Muncul Usai Gempa di Pulau Bawean Gresik

Siangnya, lanjut Riski, warga kembali ke tenda darurat yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat. 

“Kalau malam saja tidur di pinggir jalan, karena memang tidak ada tempat yang lagi yang aman. Kalau siang tidak kembali ke rumah, berlindung di tenda darurat,” jelasnya.

Usai gempa tersebut, pria berusia 30 tahun itu, menyebut semua aktivitas mata pencaharian warga yang mayoritas nelayan itu, mandek. 

“Semuanya berhenti, karena takut gempa. Tidak ada ada aktivitas, selain mengamankan diri dan barang berharga ke tempat yang aman,” ujarnya. 

Saat ini, tambah dia, bantuan sembako sudah diterima. Namun, dia berharap ada kembali bantuan. Termasuk popok bayi, dan tempat yang aman bagi rumahnya yang tidak layak huni. 

Baca juga:  Pasien RSUD Umar Mas’ud Bawean Gresik Dievakuasi ke Tenda Darurat Akibat Gempa Susulan

“Termasuk rumah saya terdampak, dan tidak bisa dihuni. Ini juga libur melaut,” tambahnya memungkasi.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, update jumlah kerusakan bangunan Fasum, rumah, dan sekolah di Pulau Bawean sebagai berikut. 

Di Kecamatan Sangkapura, ada 2.319 rumah, 86 Tempat Ibadah, 68 Sekolah rusak, 31 Sekolah, 6 Kantor, 1 Rumah Sakit, dan 8 Pondok Pesantren. Kecamatan Tambak, 2.828 rumah, 99 Tempat Ibadah, 57 Sekolah, 12 Kantor, 2 Pasar. 

Pengungsi di Kecamatan Sangkapura, 15.357. Kecamatan Tambak 18.732. Korban luka dampak gempa 7 orang. Tiga diantaranya masih dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik, empat lainnya sudah pulang.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler