Longsor Susulan, Hampir Tutup Jalan Lingkar Bawean

GresikSatu | Longsor di area sekolah SDN 357 Gresik, Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean kian mengkhawatirkan. Pasalnya, setelah dilakukan evakuasi material yang menutup sebagian jalan.

Tanah longsor susulan kembali terjadi, bahkan hampir menutup jalan lingkar Bawean (JLB). Beruntun tidak ada korban jiwa dalam longsor susulan itu.

Longsor susulan itu, terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (7/2/2023) kemarin. Setelah para petugas URC Bina Marga sedang selesai melakukan evakuasi dengan ekskavator sore itu.

Tiba-tiba material tanah kembali berjatuhan. Sehingga area sekitar longsor material tanah bercampur air itu, langsung menutup jalan. Longsor lebih besar dari pada sebelumnya.

“Sebelumnya longsor hanya sekitar 2 meter menutupi jalan, kini sampai 5 meter. Saat pekerja sedang istirahat, tiba-tiba longsor terjadi dan JLB tertutup. Kami imbau masyarakat untuk cari alternatif jalan, atau tidak melakukan aktivitas dulu,” ucap Kades Sungairujing Zainal Abidin.

Baca juga:  Banjir Bawean Terparah, Puluhan Rumah dan Satu Sekolah Ambruk

Bagi masyarakat yang sangat berkepentingan melintas. Seperti orang sakit, orang berlayar, kuliah. Pihak Desa meyediakan transportasi transit warga.

“Baik dari arah Desa Sungairujing – Alun-alun Sangkapura, maupun sebaliknya,” ujarnya, Rabu (8/3/2023).

Hingga saat ini, alat berat ekskavator dan dump truk masih berada di lokasi untuk evakuasi longsor. Beberapa petugas masih tetap siaga termasuk Forkopimcam.

Namun, masyarakat bersama pejabat terkait akan melakukan peninjauan di dataran tinggi area longsor. Pasalnya saat ini, tidak ada saluran untuk membuang genangan air dari atas permukaan area longsor.

“Nantinya air akan dibawa turun ke area lapangan sepak bola. Namun ini kami masih sosialisasi ke masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Sambut Ramadhan, Warga Malaysia Berikan Bantuan Mukena ke Masyarakat Desa Sukaoneng Bawean 

Sekedar informasi, longsor di area tersebut sudah dua kali sejak ada pembangunan lapangan sekitar pada tahun 1998-1999. Saat pihak desa membangun lapan sekolah di area tersebut. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler