close
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Scroll untuk membaca artikel

Manfaatkan Lahan Kosong, Desa Samirplapan Bangun Greenhouse untuk Budidaya Tanaman Melon

GresikSatu | Pemerintah Desa (Pemdes) Samirplapan, yang terletak di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, tengah mengambil langkah strategis dalam memanfaatkan lahan kosong dengan membangun sebuah greenhouse atau rumah kaca untuk budidaya tanaman melon.

Greenhouse ini, dengan ukuran 8 x 15 meter, dibangun di tanah kasa desa (TKD) yang berada di depan Balai Desa setempat, dengan tujuan utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Samirplapan, H Ahmad Ja’far Shodiq, menyatakan bahwa ini merupakan kali kedua pembangunan greenhouse dilakukan di Desa Samirplapan. Sebelumnya, telah dibangun sebuah greenhouse untuk budidaya sayuran, dan kini dibangun greenhouse khusus untuk tanaman buah melon.

“Dalam bangunan ini, sudah terdapat 250 polybag dengan sistem hidroponik,” ujar Kades Samirplapan pada Sabtu (27/5/2023).

Menurut Kades, usaha budidaya melon di dalam greenhouse ini juga mendapatkan dukungan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik. Hal ini dikarenakan banyaknya lahan di desa yang tidak produktif. Dengan adanya pembangunan greenhouse ini, diharapkan lahan-lahan desa yang tidak produktif tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, usaha ini juga berperan dalam memberdayakan pemuda desa untuk berkecimpung dalam dunia pertanian dengan cara yang lebih mudah dan menguntungkan.

Baca juga:  Sulap Kawasan Rawan Banjir Jadi Sektor Perkebunan, Petani Milenial Gresik Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi¬†

“Kedepannya, usaha greenhouse ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dengan melibatkan para pemuda dari karang taruna desa,” tambahnya.

Pihak terkait berharap bahwa pembangunan greenhouse ini dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan PADes. Diperkirakan, dalam dua bulan panen, usaha budidaya melon ini dapat menghasilkan keuntungan antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, berdasarkan perkiraan dari tim penyuluh pertanian.

“Semoga proyek ini menjadi contoh awal di Kecamatan Duduksampeyan, mengingat mayoritas penduduk di sini adalah petani,” harapnya.

Camat Duduksampeyan, Merista Dedy Hartadi, juga memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pembangunan greenhouse ini. Pasalnya, pihak kecamatan sangat mendorong desa-desa di Kecamatan Duduksampeyan untuk memanfaatkan sektor pertanian secara maksimal.

“Kami berharap bahwa greenhouse melon di Desa Samirplapan dapat menjadi proyek contoh bagi desa-desa lainnya, agar mereka dapat meniru dan mengembangkan budidaya melon dengan menggunakan teknik greenhouse,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD Gresik, Dapil (Duduksampeyan – Cerme), M Hamzah Takim. Beliau juga turut berperan dalam mensukseskan pembangunan greenhouse di desa tersebut.

Baca juga:  Ratusan Emak-emak Desa Tambakrejo, Usut Kasus Penggelapan Mantan Gapoktan

“Setelah diresmikan, para petani dan generasi muda telah diberikan bekal pengetahuan mengenai teknik budidaya melon menggunakan greenhouse oleh petani muda Gresik, Ahmad Mujtabah,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan greenhouse untuk budidaya melon di Desa Samirplapan, diharapkan dapat membawa manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selain meningkatkan PADes, hal ini juga membuka peluang baru bagi para petani dan pemuda desa untuk terlibat dalam kegiatan pertanian yang modern dan menguntungkan.

“Greenhouse atau rumah kaca merupakan teknologi pertanian yang dapat menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi tanaman,” jelasnya.

Dengan penggunaan polybag dan sistem hidroponik, tanaman melon dapat tumbuh dengan baik tanpa bergantung pada kondisi alam. Hal ini memungkinkan produksi melon yang lebih stabil dan berkualitas tinggi sepanjang tahun, serta mengurangi ketergantungan pada cuaca dan musim.

Hamzah juga menyebut, greenhouse di Desa Samirplapan juga menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain di sekitarnya. Diharapkan, dengan melihat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari proyek ini, desa-desa lain akan tertarik untuk mengadopsi teknologi serupa dalam pengembangan sektor pertanian mereka. (faiz/aam)

Advertisement