Pameran Lukisan Sisir Pesisir, Sentil Identitas Kota Gresik yang Tertinggal

GresikSatu | Gata Mahardika menggelar pameran lukisan tunggal berjudul Sisir Pesisir. Acara itu diadakan pada tanggal 25 Februari-25 Maret 2023, di Tujujati Art Space atau Kammari, Jl Samanhudi Nomor 17, Kemuteran, Pekelingan, Kabupaten Gresik.

Sebagai julukan Kabupaten Gresik, Sisir Pesisir menarasikan keniscayaan identitas serta sejarah Gresik sebagai Bandar Grisse. Kebimbangan yang ditoreh pelukis dalam sebuah karya seni, membawa larut penikmat untuk merenungkan apakah Gresik masih layak disebut Kota Pesisir?

Kurator Shohifur Ridho’I mengatakan, generasi lalu masih dapat melihat kejayaan garis pantai Gresik pada Abad XIV. Sedangkan generasi kini, merasa dilematis membayangkan imajinasi laut yang pantas diajukan.

“Sisir Pesisir merepresentasikan identitas kota yang mengalami anomali tentang sejarahnya sendiri. Ketika pelabuhan telah beralih menjadi lalu lintas industri, yang berarti akses warga terhadap laut menjadi terbatas,” terangnya, Sabtu (25/3/2023).

Baca juga:  Sambut Bulan Menggambar Nasional, Sangar Daun Gelar Pameran Lukisan

Seakan bermain dengan ironi, pameran tersebut menjadi pandangan kritis bagaimana laut (dan pelabuhan) hari ini hanya hidup sebagai jargon dan bukan sesuatu yang dialami.

“Melalui studi sejarah Gresik, kami membuka tabir dan melihat spektrum sosial lebih luas. Pameran Sisir Pesisir menyisiri wilayah pesisir yang tak ada,” katanya Shohifur Ridho’i.

Ingatan tentang laut yang dilibas habis menempuh ruang seni koneksi antara pelukis dan masyarakat secara sembunyi.

“Masyarakat menggali puing residu Pelabuhan Gresik. Kami memberikan ruang distribisi pengetahuan yang otentik,” tutupnya.

Perlu diketahui, kurator Shohifur Ridho’i merupakan seniman, penulis dan dramaturg. Ia bekerja di perlintasan antara seni pertunjukan dan repertoar sosial, serta di persimpangan teater dan fotografi.

Baca juga:  Karya Fenomenal Pelukis Muda Ariel Ramadhan, Pamerkan Lukisan dari Serbuk Emas

Praktik penciptaannya banyak ditempuh dengan pendekatan kolaborasi lintas disiplin dengan praktisi lain melalui beragam metode penciptaan dan bentuk. Sejumlah karyanya dipresentasikan di gelaran teater, tari, fotografi, seni rupa, dan sastra.

Praktik seni lainnya ialah proyek kuratorial (dan dramaturgi) seni pertunjukan, seni rupa, dan peristiwa. Buku barunya yang telah terbit berupa esai panjang berjudul “Menempuh Titik Buta: Fotografi dan Tanda Mata Kota-Kota” (2021). (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler