Petani Gresik Keluhkan Harga Jeruk Nipis Anjlok Hingga Capai Rp 1.300 Per Kilo

GresikSatu | Harga jeruk nipis kembali merosot. Angkanya saat ini mencapai Rp 1.300 per kilogram berbanding jauh dari tahun lalu yang dibandrol Rp 17.000-18.000 per kilogram.

Para petani dibuat resah dengan anjloknya harga tersebut. Jika harga terus turun, hal yang terpaksa dilakukan petani yakni harus membuang jeruk dagangannya yang dianggap tidak laku dijual.

Salah satu petani jeruk nipis asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Muhammad Afan (31) mengeluhkan kondisi pasar yang tidak menentu. 

Apalagi mereka juga perlu melakukan perawatan agar hasil budidaya jeruk nipisnya bisa bagus.

“Biasanya setelah Idul Fitri, harga naik. Tapi kali ini, harga masih tetap. Tahun lalu pun, saat harga turun, paling rendah masih di angka Rp 2.000. Sekarang hingga di angka Rp 1.300,” ungkapnya, Rabu (22/5/2024).

Baca juga:  Tembakau Jadi Budidaya Tanamam yang Pas Saat Musim Kemarau di Gresik

Biaya perawatannya bahkan tidak murah, mencapai Rp 1 juta rupiah yang mencakup diesel untuk pengairan, obat-obatan, serta pupuk. Biaya perawatan ini diluar biaya untuk upah pengunduh jeruk nipis

“Itu biaya perawatannya hampir segitu selama sebulan. Ini beda dengan upah untuk pengunduh jeruk nipis saat panen. Kalo pengunduh jeruk nipis di sini diberi upah Rp 70.000 dalam waktu sehari, pagi sampai siang,” tuturnya.

Panen yang biasanya berlimpah, pada musim kemarau semakin menipis. Kini hanya menyisakan tumpukan sak yang tak seberapa setiap bulan.

“Kalau kemarau, paling banyak dua sak karung. Tapi kalau musim hujan, bisa sampai 20 sak. Untuk masa panennya, setidaknya sekali dalam sebulan,” pungkasnya.

Baca juga:  Sebanyak 24 Hektar Lahan Padi di Gresik Rusak Akibat Kemarau Panjang
Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler