Home Ekonomi Progam Bunda Puspa: Antarkan Penyandang Disabilitas Asal Cerme Sukses Usaha Susu Kedelai

Progam Bunda Puspa: Antarkan Penyandang Disabilitas Asal Cerme Sukses Usaha Susu Kedelai

Progam Bunda Puspa: Antarkan Penyandang Disabilitas Asal Cerme Sukses Usaha Susu Kedelai
Wirausaha Susu Kedelai Penyandang Disabilitas, Nikmatur Rohmah (Foto : Chofifah/www.gresiksatu.com)

GresikSatu | Nikmatur Rohmah adalah pengusaha susu kedelai di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Setiap harinya, Nikma mampu memproduksi sekitar 80 botol minuman susu kedelai.

Wanita berusia 43 tahun ini memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Meski menjadi seorang penyandang disabilitas, tak menghalangi langkahnya untuk membuka usaha dan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Saat orang-orang masih dibelai kantuk, Nikma sudah semangat berjibaku memproduksi susu kedelai miliknya yang diberi nama Man Gareng. Pengolahannya dimulai dengan perendaman selama sehari semalam. Kemudian dibersihkan kulitnya serta diselep atau digiling.

Satu kilo kedelai dapat menghasilkan 19 liter atau satu botol galon air minum. Ditambahkan 2 kilogram gula. Disaring dan dimasak selama 30 menit. Setelah dingin, lalu di kemas di dalam botol higienis.

“Saya sudah menekuni usaha susu kedelai sebelum pandemi Covid-19, seharinya mampu meraup untung diatas Rp 100.000,” ungkapnya, Jum’at (24/3/2023).

Susu kedelai buatannya dipasarkan oleh sang suami (Yudi) dengan berjualan keliling menggunakan rombong biru, tidak jauh, hanya 1 KM dari tempat tinggalnya.

“Suami saya ini bekas kena PHK sepihak, sebelumnya bekerja sebagai supir ekspedisi. Lumayan rezekinya ada saja, bahkan lebih banyak penghasilan ini daripada nyupir. Mungkin karena kemasannya sudah modern juga,” terangnya.

Satu botol susu kedelai dijual dengan harga Rp 4.000. Berbeda dengan dulu, pengemasannya lebih milenial dengan ditambahkan merk dan nomor hp penjual. Dulunya susu kedelai dikemas plastik dan diikat karet.

“Setiap minggu ikut pelatihan di balai desa, program bunda puspa. Alhamdulillah penghasilannya meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program bunda puspa merupakan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu Nawa Karsa (Gresik Seger). Pengentasan kemiskinan inklusif dengan peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan perempuan untuk mencapai keluarga sejahtera.

“Bunda Puspa menjadi pilot project kebangkitan ekonomi. Karena perbaikan ekonomi berarti pengangkatan masyarakat dari jurang kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial,” ucapnya. (ovi/aam)