Progres Pembangunan Smelter Capai 61 Persen, Menteri ESDM Minta Pekerjaan Dipercepat

GresikSatu | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif melakukan kunjungan terhadap proyek strategis pembangunan Smelter Manyar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, pada Kamis (4/5/2023).

Perusahaan milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang beroperasi di Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE) tersebut masih berprogres di angka 61,5% per akhir Maret 2023. Sedangkan biaya yang digelontorkan sebanyak US$ 1,95 miliar atau setara dengan Rp 28,4 triliun. Arifin meminta proyek tersebut segera dipercepat.

“Progres pembangunan Smelter tembaga masih mencapai 61 persen, kami ingin proyek ini dapat dipercepat hingga 4 persen  per bulan agar dapat direalisasi di akhir tahun,” terangnya

Percepatan pembangunan hingga 4 persen per bulan menjadi tantangan besar bagi PTFI. Namun, adanya dukungan pemerintah  menjadi angin segar bagi single line terbesar di dunia, Smelter.

Baca juga:  Bersama Insan Pers, Smelting Bukber dan Santunan Anak Yatim

“Dilakukan beberapa penyesuaian mengenai progres pembangunan smelter ini karena sudah ditargetkan untuk beroperasi pada Mei 2024 mendatang,” bebernya.

Progres Smelter yang telah berjalan diantaranya pembangunan 18 ribu tiang pancang yang telah selesai 100%, konsentrat beton sebesar 60%, instalasi struktur baja sebesar 28%, instalasi baja di area tangki sebesar 15%, dan pembangunan pelabuhan yang mencapai 98%.

Sedangkan dukungan pemerintah dilakukan dengan pemberian izin perpanjangan ekspor konsentrat tembaga yang berakhir pada Juni 2023. Freeport Indonesia dipastikan memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga setelah Juni 2023.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengapresiasi upaya pemerintah untuk memastikan kontinuitas operasional tambang mulai dari teknis. Proyek investasi melalui Smelter akan berdampak signifikan bagi ekonomi Indonesia khususnya masyarakat Papua.

Baca juga:  Pembangunan Smelter Gresik Utamakan Keselamatan Kerja

“Terimakasih atas dukungan pemerintah untuk menjamin operasional Smelter milik PTFI. Meski proyek tersebut baru akan selesai pada Mei 2024 mendatang,” pungkasnya. (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler