Remaja di Bawean Curi Uang Puluhan Juta, untuk Beli HP dan Hidup Foya-foya

GresikSatu | Aksi remaja berinisal FD (18) ini gak bisa ditiru. Bagaimana tidak, demi hidup foya-foya dan membeli HP, ia nekat mencuri di sebuah toko. Uang yang dicuri pun nilainya tak sedikit. Berkisaran Rp 20 juta.

Akibatnya, warga Desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Bawean, Gresik ini harus berurusan dengan polisi.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut sekitar pukul 04.00 WIB, dinihari, Jum’at (17/3/2023). Pelaku seorang diri langsung masuk toko sparepart milik Jamaluddin. Lalu, pelaku melancarkan aksinya dan mencuri uang tunai di toko tersebut. 

“Maling tersebut, memanjat tembok atau tebing. Lalu, masuk dari plafon dan turun ke dalam toko mengambil uang tunai, yang diletakkan di dalam celengan kotak bekas biskuit,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Bripka Hendro Susanto, Sabtu (18/3/2023). 

Baca juga:  Dampak Solar Langkah, Nelayan Bawean Kelimpungan

Dikatakan, setelah mendapatkan sejumlah uang tunai, maling tersebut juga keluar dari atas plafon yang sempit. Sebagian uang hasil curian juga sudah dibelanjakan oleh pelaku. 

“Uang Rp 2 juta digunakan beli HP second oleh pelaku dan senang – senang, dan  sisa uang yang ada dari tangan pelaku sejumlah Rp 20 juta,” jelasnya. 

Modusnya, lanjut dia pelaku mencari target tempat yang didalamnya banyak uang. Seperti toko milik Jamaluddin ini. 

“Sedangkan motif pelaku sendiri memang hanya untuk senang-senang dan kebutuhan hidup. Karena memang pengangguran. Pelaku dulu, saat anak-anak juga pernah mencuri juga, tapi tidak sampai proses hukum,” ujarnya. 

“Total kerugian korban belum bisa di pastikan karena itu uang celengan yang belum bisa di tafsirkan jumlahnya,” tambahnya. 

Baca juga:  Resah, Warga Bawean Tangkap Nelayan Luar yang Masih Gunakan Cantrang

Kini, pemuda tamatan SMP ini harus mendekam di sel Polsek Sangkapura, yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Gresik untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. 

“Pelaku kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun,”pungkasnya. (faiz/aam)

Advertisement