Remaja di Gresik Dicabuli Ayah Tiri Selama Setahun, Korban Buka Suara Karena Tak Kuat

GresikSatu |

Remaja di Gresik Dicabuli Ayah Tiri Selama Setahun, Korban Buka Suara Karena Tak Kuat

GresikSatu | Seorang remaja di Kecamatan Benjeng, Gresik mengaku menjadi korban pelecahan seksual oleh ayah tirinya berinisial K. Aksi tak terpuji yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya ini, berlangsung selama satu tahun lebih.

Karena tak kuat menjadi pelampiasan nafsu ayah tirinya, remaja benisial P (17) buka suara. Ia menceritakan aksi bejat ayah tirinya saat berada di rumah. Terutama saat ibu kandung P tidak ada di rumah.

Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Benjeng dan menjadi atensi dari PPA Polres Gresik. Petugas bahkan telah melakukan penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.

Baca juga:  Sempat Melarikan Diri ke NTT, Ayah Cabuli Anak Tiri di Gresik Akhirnya Diringkus Polisi

Kapolsek Benjeng Iptu Alimin Tunggal mengatakan, korban selama ini tinggal bersama ibu kandungnya dan ayah tiri berinisial K. Saat itulah P menjadi korban nafsu bejat ayah tirinya.

“Korban sempat bungkam dan tidak berani bercerita. Karena sudah tidak tahan, dia akhirnya mau buka suara,” kata  Kapolsek Benjeng, Jum’at (28/4/2023).

Dari data yang diperoleh polisi, pelecahan yang dialami korban, hanya memegang – megang alat vital korban. Tidak sampai persetubuhan. Akan tetapi hal tersebut masih terus didalami.

Pihaknya hingga kini masih melakukan pengumpulan alat buktk. Baik berupa keterangan saksi maupun hasil visum korban. Saat ini korban masih dalam kondisi menstruasi, menunggu selesai dulu agar hasil visumnya akurat.

Baca juga:  Begini Kronologis Ayah Tiri Cabuli Anak di Gresik yang Kasusnya Jadi Atensi Ganjar Pranowo

“Rencannaya kasus ini akan dilipahkan ke Polres. Sesuai arahan polres, ini berkasnya dilengkapi dulu. Salah satunya terkait hasil visum. Nanti yang menangani Unit PPA,” terangnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Gresik Ipda Hepi mengatakan proses penyelidikan terkait kasus pencabulan di Benjeng masih jalan terus. Pihaknya mengaku tidak mau gegabah dalam menjalankan penyelidikan.

“Masih proses, kami juga masih mengumpulkan bukti-bukti, termasuk hasil visum dari korban,” singkatnya melalui sambungan seluer. (aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler