Selama Arus Balik Bawean – Gresik, Gelombang Laut Relatif Aman

GresikSatu | Perjalanan arus balik lebaran melalui jalur pelayaran laut di Bawean Gresik dipastikan tidak ada kendala cuaca. Bahkan arus pelayaran tiga kapal yang melayani masyarakat Bawean relatif tidak ada gelombang laut yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Sangkapura, Bawean Ari Widjajanto. Menurut dia selama perjalan arus mudik maupun arus balik lebaran cuaca dan gelombang aman. 

“InsyaAllah aman, dan kami harapkan aman. Saat ini angin timuran baru mulai aktif. Namun belum signifikan hanya angin biasa saja, fluktuasi gelombang tertinggi hanya 1, 2 meter sampai 1, 5 meter. Tiga kapal yang melayani pelayaran Bawean tidak ada gangguan,” ungkapnya, Jum’at (28/4/2023). 

Baca juga:  Arus Mudik Idul Adha di Pelabuhan Gresik-Bawean Alami Peningkatan

Menurut dia, angin sangat mempengaruhi gelombang laut. Semakin besar angin, semakin besar gelombang laut. Kendati demikian, dalam perkiraan BMKG sampai bulan Juni masih aman. Termasuk juga bagi nelayan, kondisi saat ini sangat bagus untuk mencari ikan di Laut. 

“Sekarang sudah masuk ujung masa peralihan dari angin barat ke timur menjadi angin timur ke barat. Hingga nanti masa peralihan pada bulan Juli sampai Agustus. Kalau sudah masuk bulan tersebut, sudah masuk musik hujan dan ada sedikit gangguan angin,” jelasnya. 

“Perbedaannya tekanan arah utara dan selatan besar dan angin bertiup kencang,” tambahnya. 

Hal lainnya dalam musim kemarau ini, masih ada awan konfektif, atau awan yang terbentuk di area lokalitas, dan regional. Ada penguapan dari lokasi sekitar kepulauan maupun daerah lainnya. 

Baca juga:  Tiket Kapal Arus Mudik Lebaran Ludes Terjual, Warga Bawean Gresik Takut Tak Bisa Pulang

“Makanya, jika ada hujan turun di musim kemarau di Bawean maupun daerah lain, itu termasuk hujan lokal,”paparnya. 

Diakuinya, selama cuaca baik dan tidak ada gelombang gangguan cuaca juga bisa disebabkan oleh kejadian global. Baik di samudra hindia, pasifik, dan anlantik. 

“Kalau ada badai di luar negeri bisa merubah cuaca dan juga bisa membentuk alun di Indonesia termasuk di Pulau Bawean ini,” pungkasnya. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Gresik Gres