Tak Bisa ‘Nyoblos’ Karena Petugas Lupa Input Data, Warga Bawean Gresik Terpaksa Golput

GresikSatu | Fildan Khairuddin (27) warga Bawean ini terpaksa harus golput karena tak bisa menyalurkan hak suaranya di TPS. Ia bahkan mendapat penolakan dari petugas KPPS karena tak membawa Formulir C6.

Fildan pun balik kucing. Ia mengaku sedih, pemilu tahun ini tak bisa menyalurkan hak suaranya. Pemuda 27 tahun itu bahkan mencoba ke TPS lain, hasilnya sama. Fildan ditolak karena tak membawa undangan memilih.

Waga Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean ini, sebelumnya sudah melakukan pengurusan pindah memilih, ke TPS Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik, sesuai tempat tinggalnya sementara.

Ia pun juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan salah satu petugas PPK Kecamatan Manyar. Serta mengirim data untuk pindah tempat pemilih atau tempat nyoblos.

Baca juga:  Sengkarut Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Gresik: Kecamatan Menganti Gelar Perhitungan Suara Ulang

“Sudah saya setor KTP, dan surat tugas sebagaimana yang direkomendasikan petugas PPK. Tapi saat datang ke TPS Bawa KTP, tidak bisa mencoblos karena datanya belum masuk rekapan,” keluhnya, Rabu (14/2/2024).

“Saya sedih kalau harus golput. Padahal Ini hajatan rakyat lima tahun sekali tapi saya tidak bisa menyalurkan suara saya gara-gara petugas lupa input data,” tambahnya.

Petugas PPK Lupa Input Data

Menanggapi hal itu, petugas PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Manyar bagian data, Asrori membenarkan bahwa nama tersebut belum dilakukan rekap daftar pemilih tambahan (DTB).

“Maaf memang tidak keinget dan ternyata nama tersebut memang belum saya eksekusi masuk DPTB. Karena PPK banyak kegiatan. Termasuk melayani orang di Kantor, tidak ada berhentinya,” ucapnya.

Baca juga:  Fasilitasi Hak Pilih, Rutan Gresik Siapkan Tiga TPS untuk Warga Binaan

Dengan demikian, pemilih dengan nama Fildan Khairuddin tidak bisa mencoblos di TPS Kecamatan Manyar.

“Maaf memang tidak bisa, karena belum masuk DPTB,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Manyar Achmad Taufiq menyayangkan tindakan kesalahan dan kelalaian PPK.

“Ini harus diminta tanggung jawab, ini sudah daftar. Kok bisa tidak direkap. Ini kan kasihan akhirnya yang bersangkutan tak bisa memilih dan golput,” tandasnya.

“Kami sudah ngotot minta penjelasan dari PPK di Kecamatan, tapi sama saja tidak ada solusi,” jelasnya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler