Terkendala Pengiriman Logistik, Warga Desak Penambahan Jadwal Kapal Gili Iyang ke Bawean Gresik

GresikSatu | Beberapa truk muatan bantuan logistik dan material masih antre dan terparkir di Pelabuhan Paciran Lamongan. Ada sekitar 9 truk yang masih antre untuk dimuat Kapal KMP Gili Iyang.

Truk tersebut tidak bisa masuk kapal lantaran kapasitas kapal hanya bisa 25 kendaraan roda empat. Dengan demikian kendaraan yang bawa muatan bantuan logistik, masih belum termuat ke kapal Gili Iyang.

Salah satu tokoh masyarakat Rozali Ahmad mengatakan, perlu mendorong agar ada tambahan trip Gili Iyang dari Lamongan agar logistik bantuan bisa masuk ke Bawean lebih cepat.

Hal ini dikarenakan beberapa truk antre sudah tiga hari terparkir di Pelabuhan Paciran, belum bisa masuk ke Kapal KMP Gili Iyang.

“Atau bisa minta kapal tambahan ke TNI sebagai alternatif bantuan kemanusiaan korban gempa di Bawean,” ungkapnya, Rabu malam (27/3/2024).

Baca juga:  Cerita Menegangkan Warga Bawean Gresik Saat Terjadi Gempa: Seperti Suara Pesawat di Atas Rumah

Atau juga lanjut Rozali, jadwal KMP Gili Iyang, rute Gresik bisa diroling atau dialihkan ke Pelabuhan Paciran tujuan Bawean.

“Ini sangat perlu agar bantuan logistik bisa maksimal tersalurkan ke masyarakat korban terdampak bencana gempa di Pulau Bawean,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukardi membenarkan tentang banyaknya truk, yang masih antre masuk kapal KMP Gili Iyang dari Pelabuhan Paciran ke Pelabuhan Penyeberangan Pulau Bawean.

“Beberapa truk itu, juga ada yang dari Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik, yang membawa material dan sanitasi untuk keperluan tenda pengungsian warga,” ungkapnya.

Pihaknya pun tidak menampik tentang alternatif bantuan logistik. Dengan menggunakan kapal milik TNI, yang rencananya akan diberangkatkan Jum’at (29/3/2024) pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Perak Surabaya.

Baca juga:  BMKG Catat Ada 167 Gempa di Bawean Gresik, Imbau Warga Tenang dan Tetap Waspada  

“Barangkali ada bantuan logistik, kami arahkan untuk kesana. Tapi disana tidak bisa muat truk, artinya muatan dibongkar di Kapal,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadishub Gresik Khusaini menjelaskan, bahwa untuk penambahan trip pihaknya tidak punya kewenangan atas hal tersebut.

Namun, sejauh ini, Dishub Gresik sudah mengajukan tambahan dengan berkoordinasi dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), instansi dibawa Dirjen Perhubungan Darat, yang menangani keberangkatan kapal KMP Gili Iyang dari Paciran.

“Kami sudah berkirim surat ke BPTD, tapi rute itu sudah ditentukan. Itu kewenangan ASDP untuk perubahan rute maupun tambahan trip kapal. Apalagi itu juga wilayah Lamongan,” bebernya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler