Unik! Ada Desa Balikterus di Pulau Bawean, Begini Sejarahnya

GresikSatu | Nama Desa di Pulau Bawean pasti mempunyai sejarah tersendiri dari masyarakat leluhur. Seperti halnya di Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.

Nama desa yang berada di area pegunungan ini, terbilang unik. Rupanya, penamaan desa tersebut hasil pemekaran dari dua dusun di desa setempat. Yakni, Dusun Bhelikbak Eler serta Dusun Sungai Terus.

“Perpaduan dua dusun, sehingga menjadi Desa Balik Terus,” ungkap Kades Balikterus Abdul Aziz, Rabu (29/3/2023).

Aziz merincikan, sejarah Desa Balikterus sejak ada Kolonial Belanda, wilayah desa ini ada dua kampung, yaitu Bhelikbak Eler dan Bhelikbak Gunung yang menjadi satu.

“Menurut orang tua, sesepuh desa kami, waktu itu Pemerintah Belanda kebingungan dengan luas wilayah dua kampung ini, dan ingin memecah belah kerukunan masyarakatnya,”jelasnya.

Sehingga dibagi menjadi dua kampung. Bhelikbak Eler yang merupakan cikal bakal desa Balikterus dan Bhelikbak Gunung yang sekarang ini menjadi dusun di desa Gunungteguh.

Baca juga:  Unik! di Bawean Gresik, Ada Nama Desa Bululanjang, Apa Artinya?

“Kemudian para sesepuh desa dengan para kiyai kemudian sepakat memberi nama Desa, menjadi nama desa Balikterus, perpaduan kampung Bhelikbak Eler dan Sungai Terus,” ujarnya.

Kini, lanjut dia keberadaan Desa Balikterus menjadi wilayah penting di Kecamatan Sangkapura. Lantaran menjadi salah satu pusat mata air yang menunjang di beberapa desa di Kecamatan Sangkapura bahkan sampai Kecamatan Tambak.

“Sumber mata air mengalir ke Desa Daun, Kebuntelukdalam, Sungairujing, dan Sawahmulya Kecamatan Sangkapura, lalu ke Desa Kepuh Legundi, dan Peromaan Kecamatan Tambak,” katanya.

“Di Dusun Balik Bak, juga terdapat bendungan dan pusaran air, yang mampu menampung air hujan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu Dusun Sungai Terus berupa sungai yang mengalir dari hulu menuju hilir. Salah satu wilayah di Bawean yang memiliki hawa dingin dan sejuk,” paparnya.

Baca juga:  BNPB Berikan Bantuan Dana Rp 250 Juta untuk Penanganan Banjir dan Longsor Bawean 

Penamaan desa lanjut dia, dilakukan sekitar tahun 1940, oleh para leluhur pembabat desa. Dengan melihat dan menggambarkan kondisi geografis setempat.

Desa Balikterus berada di ketinggian, kontur desa juga memanjang” jelasnya.

Tak heran di Desa yang berjarak 10 km dari Alun-alun Bawean ini, juga salah satu sentra makanan khas gula aren Bawean. Sebab, kondisi area di perbukitan masih asri dan kaya dengan pohon budidaya aren.

Diakuinya, banyak masyarakat yang penasaran ketika baru pertama kali mendengar Desa Balikterus. Bahkan, banyak yang merespon dengan tertawa lantaran memiliki nama cukup unik.

“Balik dan Terus. Tapi, setelah berkunjung ke desa. Insyaallah betah, karena dapat menikmati hawa sejuk dan menikmati pemandangan yang rimbun,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler